Banda Aceh — Duka yang menyelimuti sebuah keluarga di Banda Aceh tidak dibiarkan mereka hadapi sendiri. Anggota DPRK Banda Aceh, Abdul Rafur, kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan melayat ke rumah duka sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan, Selasa, 7 April 2026.
Kehadiran Abdul Rafur bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk empati yang tulus di tengah suasana kehilangan. Ia datang langsung menyapa keluarga, memberikan dukungan moril, serta memastikan bahwa mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi masa sulit tersebut.
Dalam momen penuh haru itu, Abdul Rafur menyampaikan bahwa kebersamaan dan solidaritas sosial merupakan hal penting yang harus terus dijaga, terutama saat ada warga yang sedang berduka. Menurutnya, kehadiran sesama di saat seperti ini dapat menjadi penguat batin bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Tak hanya hadir dalam kata, tetapi nyata di saat duka. Kita ingin memastikan bahwa setiap warga merasakan kehadiran dan kepedulian bersama,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa bantuan yang diserahkan merupakan bentuk perhatian dan dukungan, meskipun tidak dapat menggantikan kehilangan yang dirasakan. Namun setidaknya, hal tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga, baik secara emosional maupun kebutuhan mendesak lainnya.
Suasana haru tampak menyelimuti rumah duka saat rombongan tiba. Doa bersama dipanjatkan untuk almarhum/almarhumah, memohon agar diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Sementara itu, keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menjalani hari-hari ke depan.
Kehadiran tokoh publik seperti Abdul Rafur di tengah masyarakat juga dinilai menjadi contoh bahwa kepedulian sosial tidak mengenal jabatan. Justru, peran sebagai wakil rakyat seharusnya semakin mendekatkan diri dengan masyarakat, terutama dalam situasi-situasi kemanusiaan seperti ini.
Momen tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan empati masih sangat hidup di tengah masyarakat Banda Aceh. Di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan, kepedulian terhadap sesama tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keharmonisan sosial.
Di akhir kunjungannya, Abdul Rafur bersama keluarga dan warga sekitar turut memanjatkan doa. “Semoga almarhum/almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan. Al-Fatihah,” tutupnya.(**)






