Banda Aceh — Upaya memperkuat fondasi pendidikan di Aceh terus dilakukan melalui langkah-langkah strategis dan kolaboratif. Salah satunya ditunjukkan dalam rapat koordinasi pembangunan Sekolah Garuda yang diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthala Murthalamuddin. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Kantor Pusat Administrasi lantai 2, Ruang Mini Rektor Universitas Syiah Kuala, yang menjadi pusat diskusi penting dalam merancang arah pendidikan unggulan di masa depan, Sabtu, 4 April 2026.
Rapat koordinasi tersebut difokuskan pada pembahasan rencana pembangunan Sekolah Garuda di Aceh Utara, sebuah konsep pendidikan yang diharapkan mampu menjadi model sekolah berkualitas tinggi dengan standar nasional bahkan internasional. Sekolah ini dirancang untuk melahirkan generasi muda Aceh yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, daya saing global, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.
Dalam forum tersebut, berbagai pemangku kepentingan hadir untuk menyamakan persepsi dan menyusun langkah konkret. Diskusi mencakup aspek perencanaan infrastruktur, kurikulum berbasis kompetensi, penguatan kapasitas tenaga pendidik, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar program ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Garuda bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, Aceh membutuhkan terobosan dalam dunia pendidikan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Selain itu, keberadaan Sekolah Garuda di Aceh Utara juga diharapkan dapat mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Aceh. Dengan konsep pendidikan yang modern dan inklusif, sekolah ini diharapkan menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang mampu menginspirasi sekolah-sekolah lain.
Rapat koordinasi ini juga mencerminkan kuatnya komitmen bersama antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan berbagai pihak terkait dalam membangun masa depan pendidikan Aceh yang lebih baik. Sinergi ini diyakini akan melahirkan generasi emas Aceh yang siap menghadapi tantangan global, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai lokal dan budaya daerah.(**)






