BANDA ACEH — Di antara gema takbir yang masih tersisa dan hangatnya suasana Idulfitri, langkah-langkah sunyi namun penuh makna terus diayunkan. BNNP Aceh memilih tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadikan momentum lebaran sebagai jembatan memperkuat sinergi dalam perang panjang melawan narkoba.
Melalui silaturahmi dengan anggota DPR RI khususnya Komisi III, BNNP Aceh mendorong dukungan legislasi yang lebih kuat untuk memperkokoh upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Tanah Rencong.
Pemerhati kebijakan publik Aceh, Isa Alima, menilai langkah Kepala BNNP Aceh sebagai strategi cerdas dalam membangun komunikasi lintas lembaga, khususnya dengan Komisi III DPR RI yang memiliki peran penting dalam aspek legislasi dan pengawasan. Menurutnya, pendekatan silaturahmi dalam suasana lebaran bukan hanya simbolik, tetapi sarat makna.
“Di situlah kepercayaan dibangun, di situlah niat baik dirajut menjadi kebijakan,” ungkap Isa Alima. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya membangun sinergisitas yang dilakukan melalui pendekatan humanis, menyatakan bahwa komunikasi yang terjalin dalam suasana kekeluargaan mampu membuka ruang dialog yang lebih jujur dan produktif.
Menurutnya, perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Butuh sinergi, butuh keberanian, dan yang paling penting, butuh keikhlasan. Ancaman narkoba bukan sekadar angka statistik, tetapi luka yang nyata di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Isa Alima memberikan apresiasi khusus kepada Brigjen Pol Dr. Dedy Tabrani, S.I.K.,M.Si atas komitmennya dalam membangun komunikasi intensif dengan berbagai pihak. Menurutnya, langkah tersebut merupakan fondasi penting dalam menciptakan kebijakan yang tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga efektif di lapangan.
“Ini bukan sekadar kunjungan, ini adalah investasi kepercayaan. Dan dalam perang melawan narkoba, kepercayaan adalah senjata yang tak terlihat, namun sangat menentukan,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa pendekatan silaturahmi dalam suasana lebaran adalah bentuk pembangunan kepercayaan yang strategis. Upaya yang dilakukan BNNP Aceh ini menjadi sinyal bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya membutuhkan penindakan hukum, tetapi juga penguatan regulasi, dukungan politik, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
“Ini adalah langkah yang sangat baik dan strategis. Kita mendukung penuh terobosan ini,” ujar Isa Alima.
Di Aceh, tanah yang pernah ditempa oleh sejarah panjang dan luka yang dalam, ancaman narkoba hadir sebagai ujian baru. Namun di tengah tantangan itu, langkah-langkah seperti ini menjadi secercah harapan bahwa ketika lembaga negara berjalan seiring, ketika niat baik dipertemukan dalam ruang silaturahmi, maka perjuangan akan menemukan jalannya.
Dan mungkin, di balik senyum-senyum lebaran itu, tersimpan tekad yang sama: menjaga generasi, menyelamatkan masa depan.







