Aceh Tamiang, Dailymail Indonesia
Proses penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) kepada warga korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang menuai keluhan dari masyarakat. Penyaluran yang dilakukan melalui PT Pos Indonesia KCP Kuala Simpang, dinilai belum siap dan berjalan lambat, sehingga menyebabkan antrean panjang warga sejak pagi hari.
Bantuan yang diperuntukkan bagi sebanyak 435 Kepala Keluarga (KK) tersebut dilayani hanya oleh dua orang petugas. Kondisi ini membuat proses pencairan berlangsung sangat lambat. Hingga sore hari, masih terdapat sekitar seratusan warga yang belum menerima bantuan dan masih harus menunggu giliran.
Sejumlah warga mulai merasa kesal karena sejak pagi telah mengantre untuk mendapatkan hak mereka, namun pelayanan yang tersedia dinilai tidak sebanding dengan jumlah penerima bantuan yang cukup banyak.
Situasi ini memunculkan kesan bahwa pelaksanaan penyaluran bansos tersebut kurang dipersiapkan secara matang oleh pihak penyelenggara. Dengan jumlah penerima yang mencapai ratusan KK, seharusnya disiapkan jumlah petugas yang memadai agar proses penyaluran dapat berjalan lebih cepat dan tertib.
Masyarakat berharap PT Pos Indonesia dapat melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyaluran bantuan sosial tersebut, termasuk dengan menambah jumlah petugas atau mengatur sistem pelayanan yang lebih efektif. Hal ini penting agar warga yang menjadi korban bencana tidak harus menunggu terlalu lama sejak pagi hingga malam hanya untuk menerima bantuan yang menjadi hak mereka.
Perbaikan dalam sistem penyaluran juga diharapkan dapat menghindari penumpukan antrean serta menjaga kenyamanan dan ketertiban selama proses pembagian bantuan berlangsung.






