Fregat Iran IRIS Dena Tenggelam Diserang Kapal Selam AS di Samudra Hindia, Puluhan Tewas

Internasional6 Dilihat

Sri Langka – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam akibat serangan torpedo yang diluncurkan kapal selam Angkatan Laut AS di perairan Samudra Hindia, dekat wilayah Sri Lanka, Selasa (4/3/2026).

Insiden tragis tersebut melibatkan fregat Angkatan Laut Iran, IRIS Dena, yang saat kejadian dilaporkan membawa sekitar 180 personel. Berdasarkan laporan media internasional seperti Reuters dan The Guardian, sedikitnya 80 awak kapal dinyatakan tewas, sementara puluhan lainnya masih hilang dan dalam pencarian intensif.

Serangan di Jalur Strategis

Serangan dilaporkan terjadi sekitar 40 mil laut di selatan Sri Lanka, di kawasan perairan yang dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis di dunia. Samudra Hindia merupakan urat nadi perdagangan global yang menghubungkan kawasan Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara dengan Eropa serta Afrika.

Menurut sumber pertahanan Amerika Serikat, serangan tersebut dilakukan oleh kapal selam Angkatan Laut AS yang tengah melakukan patroli rutin di wilayah tersebut. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dikabarkan telah mengonfirmasi keterlibatan kapal selam AS dalam operasi militer tersebut. Namun, hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai alasan operasional atau latar belakang taktis yang memicu serangan.

Operasi Penyelamatan Berpacu dengan Waktu

Tak lama setelah insiden terjadi, Angkatan Laut Sri Lanka bergerak cepat mengerahkan kapal patroli dan tim penyelamat ke lokasi kejadian. Upaya pencarian dan evakuasi dilakukan dalam kondisi laut yang dilaporkan cukup menantang.

Lebih dari 30 awak kapal berhasil diselamatkan dan segera dievakuasi ke rumah sakit di kota pelabuhan Galle untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Sebagian korban selamat dilaporkan mengalami luka bakar dan cedera akibat ledakan torpedo.

Sementara itu, puluhan awak kapal lainnya masih dinyatakan hilang. Operasi pencarian terus diperluas dengan melibatkan kapal, helikopter, serta dukungan pemantauan udara. Otoritas Sri Lanka menyatakan akan terus melakukan pencarian hingga seluruh korban ditemukan.

Eskalasi Paling Serius?

Insiden ini dinilai sejumlah analis sebagai salah satu eskalasi militer paling serius dalam hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Ketegangan antara Washington dan Teheran memang telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama terkait dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.

Serangan langsung terhadap kapal perang di perairan internasional berpotensi memperluas spektrum konflik, tidak hanya di kawasan Timur Tengah tetapi juga di jalur maritim internasional. Jika tidak dikelola secara diplomatik, insiden ini dikhawatirkan dapat memicu respons balasan dan memperuncing konfrontasi terbuka.

Pengamat geopolitik menilai bahwa lokasi kejadian yang berada di Samudra Hindia memiliki signifikansi strategis tinggi. Jalur ini merupakan rute vital distribusi energi global, termasuk pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk menuju pasar Asia dan Eropa. Gangguan stabilitas di kawasan ini dapat berdampak langsung pada harga energi dan rantai pasok global.

Respons dan Kekhawatiran Internasional

Komunitas internasional kini memantau perkembangan situasi dengan cermat. Sejumlah negara menyerukan penahanan diri dan penyelesaian melalui jalur diplomasi guna mencegah konflik yang lebih luas.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah lanjutan yang akan diambil. Namun sumber diplomatik menyebutkan bahwa pertemuan darurat tingkat tinggi tengah digelar di Teheran untuk membahas respons strategis atas insiden tersebut.

Sementara itu, Washington menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan merupakan bagian dari operasi pertahanan dan sesuai dengan aturan keterlibatan militer yang berlaku. Namun pernyataan tersebut diperkirakan tidak akan meredakan ketegangan dalam waktu dekat.

Insiden tenggelamnya IRIS Dena kini menjadi sorotan utama dunia internasional. Selain menjadi tragedi kemanusiaan dengan banyaknya korban jiwa, peristiwa ini juga berpotensi mengubah peta dinamika keamanan kawasan dan hubungan dua negara yang selama ini telah berada dalam ketegangan tinggi.

Operasi pencarian korban masih terus berlangsung di perairan selatan Sri Lanka, sementara dunia menanti langkah diplomatik berikutnya untuk mencegah konflik yang lebih besar.(**)