Jakarta – Kabar duka datang dari dunia nasional. Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, yang dikenal sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, dikabarkan telah berpulang ke rahmatullah. Kepergian tokoh militer dan negarawan senior tersebut meninggalkan duka mendalam bagi berbagai kalangan, termasuk para tokoh daerah.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia sekaligus anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dari daerah pemilihan Aceh, Tgk Ahmada, turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sosok yang selama ini dikenal sebagai figur patriot, sederhana, dan berdedikasi tinggi terhadap bangsa.
Dalam pernyataannya, Tgk Ahmada menyebut bahwa almarhum Try Sutrisno merupakan teladan kepemimpinan yang lahir dari disiplin militer namun tetap mengedepankan nilai kebangsaan dan persatuan. Selama perjalanan kariernya, Try Sutrisno tidak hanya dikenal sebagai prajurit tangguh, tetapi juga sebagai negarawan yang mampu menjembatani stabilitas nasional pada masa-masa penting dalam sejarah Indonesia.
“Bangsa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Tgk Ahmada.
Menurutnya, keteladanan almarhum terlihat dari rekam jejak panjang pengabdian, mulai dari karier militer hingga amanah sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Nilai loyalitas, integritas, dan komitmen terhadap negara menjadi warisan moral yang patut diteladani oleh generasi muda.
Selain itu, Tgk Ahmada juga mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia menilai bahwa jasa-jasa Try Sutrisno dalam menjaga keutuhan NKRI akan selalu dikenang sepanjang masa.
Ucapan duka tersebut juga disampaikan melalui media visual yang menampilkan doa serta ungkapan belasungkawa sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh nasional yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan negara.
Kepergian Try Sutrisno menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia memiliki banyak tokoh besar yang lahir dari semangat pengabdian. Warisan nilai perjuangan mereka diharapkan terus hidup dalam praktik kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kepentingan rakyat.(**)









