
DAILY MAIL INDONESIA.COM—-Tulang Bawang Barat, Ketua DPC Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Triga Nusantara Indonesia ( Trinusa) Kabupaten Tulang Bawang Barat TUBABA, Masdar, menyatakan keprihatinan mendalam atas temuan adanya warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang telah dikurung selama Tujuh tahun di sebuah Gudang sempit di belakang rumah Adik kandungnya di Tiyuh Daya Sakti Rk2, Minggu ( 1-3-2026 )
Kondisi memprihatinkan ini mencuat setelah Masdar Dan Ketua Jajaran Wartawan Indonesia JWI Heri Akbar bersama sejumlah wartawan/jurnalis melakukan kegiatan penelusuran lapangan. Aris Munandar dilaporkan Sakit Jiwa (ODGJ) Hidup terkurung dalam keterbatasan akses sanitasi, makanan yang alakadarnya, diduga selama ini hanya mendapat layanan kesehatan terbatas dari Puskesmas Daya Murni Tumijajar.
Sentuhan layanan kesehatan mental yang layak sangatlah dbutuhkan
“Ini adalah tragedi kemanusiaan yang terjadi di depan mata kita. Sangat menyayat hati melihat seorang warga negara harus terisolasi dari dunia luar selama Tujuh tahun dalam kondisi yang tidak manusiawi,” ujar Masdar
saat mengunjungi Rumah Ahmad Saipul Anwar Selaku adik kandung Aris Munandar Sabtu.28.Febuari.
Masdar menekankan bahwa kasus Pengurungan/isolasi ini merupakan bukti masih lemahnya sistem deteksi dini dan penanganan kesehatan mental di tingkat kabupaten. Ia meminta Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, Masdar berharap Pemerintah Tubaba untuk segera turun tangan memberikan bantuan medis serta perawatan psikososial yang memadai.
“Kami berharap pemerintah tidak tutup mata. Negara harusnya hadir memberikan uluran tangan, baik melalui perawatan di Rumah Sakit Jiwa maupun bantuan sosial bagi keluarga yang merawatnya.
Jangan sampai alasan keterbatasan ekonomi keluarga membuat nyawa dan martabat seseorang terabaikan,” tegasnya.
Ahmad Saipul Selaku adik kandung Aris mengatakan Kami yang hanya bekerja sebagai buruh yang mengandalkan hasil panen dengan keterbatasan ekonomi kami hanya bisa melakukan tindakan pengurungan pada Kakak kami, dikarenakan takut terjadi hal yang diluar keinginan, kurang lebih Tujuh tahun, Dulu
kakak saya pernah ditabrak mobil, karena dia sering tidur di tengah jalan raya bahkan terkadang jika sedang berjalan dijalan raya gak mau minggir. Atas nama pribadi dan keluarga besar saya memohon pada pemerintah daerah agar kami segera mendapatkna uluran tangah, Ujarnya”
Heri Akbar Ketua JWI menambahkan, Jajaran Wartawan Indonesia JWI TUBABA berkomitmen untuk mengawal isu ini hingga korban mendapatkan penanganan yang layak. Pers sebagai pilar keempat demokrasi memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan ketidak adilansosial, terutama bagi mereka yang suaranya tidak terdengar seperti para penderita gangguan jiwa.
“Tugas Wartawan bukan sekadar melaporkan, tapi juga mendorong perubahan kebijakan yang lebih memihak pada kemanusiaan. Kami menunggu langkah nyata dari pemerintah Tubaba,” tutup Heri.
Sampai berita ini di terbitkan Dinas/Instansi terkait belum bisa di konfirmasi dengan adanya dugaan
Red




