Jembatan Bailey di Meriah Jaya Rampung, Akses Warga Pulih Pasca Bencana

Kodam IM25 Dilihat

Bener Meriah – Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di wilayah Kabupaten Bener Meriah terus menunjukkan hasil positif. Salah satu infrastruktur vital yang sempat rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor kini telah kembali berfungsi setelah pembangunan Jembatan Bailey modular di Desa Meriah Jaya, Kecamatan Gajah Putih, resmi rampung dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Jembatan sepanjang 15 meter dengan konstruksi lima petak tipe 2-1 tersebut dibangun sebagai solusi cepat untuk mengatasi terputusnya jalur transportasi utama warga. Infrastruktur darurat ini menjadi penghubung penting antarpermukiman sekaligus jalur distribusi hasil pertanian masyarakat yang selama ini sangat bergantung pada akses tersebut.

Pembangunan jembatan dilaksanakan oleh prajurit Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina bersama personel Batalyon Zeni Konstruksi 13/Karya Etmaka yang bertindak sebagai operator alat berat. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan TNI Angkatan Darat dalam membantu percepatan pemulihan daerah terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Akses Sempat Lumpuh Total

Sebelumnya, banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu membawa material lumpur, kayu, serta bebatuan besar dari hulu sungai hingga merusak jembatan permanen yang menjadi akses utama masyarakat. Struktur jembatan mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.

Akibatnya, aktivitas warga sempat terganggu. Distribusi kebutuhan pokok tersendat, anak-anak sekolah harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh, dan akses menuju layanan kesehatan menjadi terbatas. Para petani juga kesulitan mengangkut hasil kebun seperti kopi dan hortikultura yang menjadi sumber ekonomi utama masyarakat setempat.

Kondisi tersebut mendorong percepatan pembangunan jembatan darurat agar roda kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Pembangunan Cepat dengan Sistem Modular

Jembatan Bailey dipilih karena konstruksinya yang modular, kuat, dan dapat dipasang dalam waktu relatif singkat. Dengan dukungan alat berat serta koordinasi intensif antara prajurit dan masyarakat, proses pembangunan dapat diselesaikan secara efektif.

Selain melakukan pemasangan rangka jembatan, personel di lapangan juga melakukan perataan akses jalan, penguatan struktur pondasi, serta pembersihan material sisa banjir agar jembatan aman dilalui kendaraan.

Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan tersebut. Warga turut membantu proses pekerjaan lapangan, mulai dari pengangkutan material hingga pembersihan area sekitar jembatan.

Peresmian Penuh Syukur dan Kearifan Lokal

Peresmian jembatan dilaksanakan pada Sabtu (28/2/2026) dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan. Tradisi peusijuk serta doa bersama digelar sebagai bentuk rasa syukur atas rampungnya pembangunan jembatan yang sangat dinantikan masyarakat.

Suasana haru terlihat ketika warga menyaksikan kendaraan pertama melintas di atas jembatan baru tersebut. Infrastruktur yang sebelumnya rusak kini kembali menghubungkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat desa.

Salah seorang warga mengungkapkan rasa terima kasih atas kerja keras prajurit yang telah membantu pembangunan jembatan dalam waktu singkat.

“Selama jembatan rusak, kami harus memutar cukup jauh dan itu berbahaya terutama saat hujan. Sekarang anak-anak bisa kembali sekolah dengan aman, dan kami lebih mudah membawa hasil kebun,” ujarnya.

Dorong Pemulihan Ekonomi Desa

Kehadiran jembatan Bailey tidak hanya memulihkan akses transportasi, tetapi juga diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Jalur distribusi hasil pertanian kembali terbuka, aktivitas perdagangan mulai bergerak, serta mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar.

Pemerintah desa bersama masyarakat juga berkomitmen menjaga dan merawat jembatan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Pembangunan ini menjadi bukti nyata peran TNI dalam operasi kemanusiaan, khususnya dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan infrastruktur vital pascabencana. Semangat gotong royong yang terbangun diharapkan menjadi modal sosial bagi kebangkitan Desa Meriah Jaya ke depan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *