WTP dan Digitalisasi Perkuat Kepercayaan Publik pada Bank Aceh Syariah

News18 Dilihat

BANDA ACEH — Pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Isa Alima, mengapresiasi capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta konsistensi penguatan inovasi digital yang terus dilakukan Bank Aceh Syariah di bawah kepemimpinan Direktur Utama Fadhil Ilyas.

Isa Alima yang juga merupakan mantan anggota DPRK Pidie menilai, capaian WTP bukan sekadar prestasi administratif dalam laporan keuangan, tetapi menjadi indikator penting dari tata kelola yang sehat, disiplin organisasi, serta komitmen terhadap transparansi.

“WTP adalah suara sunyi dari kerja yang tertib. Ia lahir dari integritas yang dijaga hari demi hari, bukan dari kebetulan,” ujarnya di Banda Aceh, Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, di tengah sorotan publik terhadap lembaga keuangan daerah, Bank Aceh Syariah justru menunjukkan arah yang positif melalui penguatan manajemen dan kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Hal tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap bank milik daerah.

Selain capaian WTP, Isa juga menyoroti langkah transformasi digital yang terus diperkuat. Ia menilai digitalisasi bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi perubahan pendekatan layanan agar lebih cepat, mudah, dan merata.

“Inovasi digital adalah jembatan antara lembaga dan rakyat. Ia memangkas jarak, mempercepat layanan, dan menghadirkan rasa adil dalam akses,” katanya.

Ia menambahkan, bank daerah harus mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda, pelaku UMKM, dan masyarakat di wilayah terpencil.

Lebih lanjut, Isa menilai Bank Aceh Syariah memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Dengan prinsip syariah sebagai landasan, bank daerah diharapkan tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memperkuat ekonomi rakyat.

Ia berharap capaian WTP dan penguatan digitalisasi tersebut dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari kemudahan layanan hingga peningkatan pembiayaan sektor UMKM.

Menutup pernyataannya, Isa Alima menyampaikan keyakinannya bahwa kepemimpinan Fadhil Ilyas telah meletakkan fondasi yang tepat bagi masa depan Bank Aceh Syariah.

“Aceh membutuhkan bank daerah yang tidak hanya patuh aturan, tetapi juga visioner membaca zaman. Bank Aceh Syariah sedang melangkah ke arah itu, tenang, tapi pasti,” pungkasnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *