BANDA ACEH, 28 Februari 2026 — Pemerintah Aceh resmi menetapkan Bahron Bakti, ST, MT sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) pada Jumat (27/2). Penunjukan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana di Aceh, wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.
Aceh berada di jalur risiko gempa bumi dan tsunami, serta kerap menghadapi banjir, longsor, dan dampak nyata perubahan iklim. Dalam konteks ini, kepemimpinan BPBA memegang peran krusial, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga dalam membangun ketahanan masyarakat secara jangka panjang.
Isa Alima, seorang pemerhati kebijakan publik di Aceh dan mantan Anggota DPRK Pidie yang dikenal vokal dalam isu-isu kebencanaan, menyampaikan ucapan selamat dan dukungan penuh atas amanah yang kini diemban Bahron Bakti. Ia menilai penunjukan ini tepat dan relevan dengan kebutuhan Aceh saat ini maupun ke depan.
“Selamat kepada Bapak Bahron Bakti atas amanah ini. BPBA adalah garda terdepan perlindungan rakyat. Kepala Pelaksana bukan sekadar pejabat struktural, melainkan pemikul amanah kemanusiaan. Di sinilah kecepatan, ketepatan, dan visi kepemimpinan akan diuji,” ujar Isa Alima.
Menurutnya, latar belakang teknis serta pengalaman yang dimiliki Bahron Bakti merupakan modal penting untuk menghadirkan kebijakan kebencanaan yang berbasis data, peta risiko, dan perencanaan matang. Penanggulangan bencana, kata Isa Alima, tidak boleh lagi bersifat reaktif semata, tetapi harus bergeser ke arah mitigasi dan pencegahan yang berkelanjutan.
Ia menekankan beberapa fokus utama yang diharapkan menjadi prioritas kepemimpinan Bahron Bakti di BPBA. Pertama, penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat hingga ke tingkat gampong melalui edukasi kebencanaan, simulasi rutin, serta penguatan relawan lokal. Kedua, optimalisasi sistem peringatan dini dan pengambilan keputusan cepat saat darurat tanpa terhambat birokrasi yang berbelit.
Transparansi dan akuntabilitas anggaran kebencanaan juga menjadi sorotan serius. “Dana bencana adalah dana kemanusiaan. Ia harus dikelola dengan kejujuran dan tanggung jawab tinggi, karena menyangkut nyawa dan harapan rakyat,” tegas Isa Alima.
Ia juga mendorong BPBA untuk memperkuat sinergi lintas sektor, baik dengan BPBD kabupaten/kota, TNI-Polri, instansi vertikal, akademisi, maupun komunitas relawan agar penanganan bencana berjalan terpadu, cepat, dan efektif.
Isa Alima optimistis, di bawah kepemimpinan Bahron Bakti, BPBA dapat tumbuh menjadi institusi yang profesional, sigap, dan dipercaya publik. “Aceh tidak boleh terus belajar dari duka. Kita harus belajar dari risiko, dan bertindak sebelum bencana datang,” pungkasnya.
Penunjukan Bahron Bakti sebagai Kepala Pelaksana BPBA diharapkan menjadi momentum pembenahan menyeluruh sistem penanggulangan bencana di Aceh, sebuah ikhtiar menjaga keselamatan hari ini sekaligus mewariskan ketahanan bagi generasi Aceh di masa depan.












