Puluhan Murid SD dan TK di Simpang Mamplam Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis

Breakingnews62 Dilihat

Bireuen – Puluhan murid sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK) di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Kamis (26/2/2026). Para siswa mulai mengalami gejala pada malam hari setelah berbuka puasa dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kepala Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, mengatakan hingga Kamis malam jumlah korban yang mendapatkan penanganan medis terus bertambah. Sedikitnya 13 siswa telah dirawat dengan keluhan yang mengarah pada dugaan keracunan makanan.

“Sekitar 13 orang lebih saat ini sudah dirawat di Puskesmas kami. Korban terus bertambah karena masih ada yang datang dengan gejala serupa,” ujar Suryani kepada wartawan.

Menurutnya, pihak tenaga kesehatan langsung melakukan penanganan intensif begitu para siswa berdatangan dengan kondisi mual, muntah, dan lemas. Para murid mulai datang setelah waktu berbuka puasa, diduga setelah mengonsumsi paket MBG yang dibagikan pada sore hari.

Selain ditangani di Puskesmas Simpang Mamplam, sejumlah korban juga sempat mendapatkan perawatan awal di Polindes Peuneulet. Namun karena keterbatasan fasilitas dan kapasitas tempat perawatan, beberapa siswa terpaksa dirujuk ke puskesmas lain.

“Ada yang dirujuk ke Puskesmas Pandrah, ada juga ke Puskesmas Samalanga untuk penanganan lebih lanjut,” kata Suryani.

Informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat menyebutkan bahwa selama bulan Ramadan, paket MBG tidak dibagikan di sekolah seperti hari biasa, melainkan diantar langsung ke rumah para murid dengan sistem door to door. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan aktivitas belajar selama bulan puasa.

Sumber dari warga setempat menyebutkan, makanan tersebut baru dikonsumsi para siswa saat waktu berbuka.

“Paket makanan diantar ke rumah masing-masing, lalu dimakan saat berbuka puasa,” ujar seorang warga.

Sementara itu, pihak yayasan yang menyalurkan paket makanan mengaku masih melakukan penelusuran terkait penyebab dugaan keracunan tersebut. Mereka sedang mengecek seluruh proses distribusi, mulai dari bahan baku hingga pengolahan makanan.

Seorang perwakilan yayasan menyebutkan bahwa bahan makanan yang digunakan berasal dari pelaku UMKM lokal. Namun, dugaan sementara mengarah pada salah satu menu yang dibagikan.

“Kami sedang mengecek di pemasok dan proses pengolahannya. Informasi sementara kemungkinan pada menu bakso, tetapi ini masih dalam tahap investigasi,” ujarnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat karena program Makan Bergizi Gratis bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Pihak tenaga kesehatan juga masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa untuk memastikan tidak ada korban dengan kondisi serius.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan jumlah korban masih terus berlangsung, sementara pihak terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Informasi awal kejadian ini juga dilaporkan oleh media lokal AJNN yang menyebutkan jumlah korban kemungkinan bertambah seiring terus berdatangannya siswa dengan gejala serupa.

Masyarakat berharap para korban segera pulih dan kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi anak sekolah.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *