Hadiri Rapat Satgas, Wagub Fadhlullah Tekankan Efektivitas Rehab-Rekon

Pemerintah Aceh14 Dilihat

Jakarta – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri Rapat Tingkat Menteri Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang diselenggarakan di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Jumat (27/2).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut bertujuan untuk membahas progres pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana serta menyepakati dan menetapkan Rencana Induk Percepatan Penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana sebagai acuan bersama lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Dalam rapat tersebut, Wagub Fadhlullah menyoroti pentingnya percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak serta meminta kejelasan realisasi hunian tetap (huntap), khususnya bagi masyarakat Kabupaten Bireuen yang telah hampir tiga bulan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH).

Selain itu, Fadhlullah juga meminta Bappenas untuk meninjau kembali sejumlah program di daerah yang tidak terdampak bencana namun masuk dalam skema perencanaan di luar kegiatan kebencanaan. Ia menilai, penyesuaian program tersebut penting dilakukan agar fokus serta efektivitas anggaran benar-benar diarahkan secara optimal kepada wilayah yang terdampak bencana sehingga fokus rehabilitasi dan rekonstruksi lebih tepat sasaran.

“Ada beberapa program yang kami lihat di Bappenas. Bahkan ada beberapa daerah yang sebenarnya tidak terdampak, tetap diakomodir kegiatannya, meski di luar kegiatan bencana. Nah, ini mohon nanti mohon dikoreksi kembali,” ujar Fadhlullah.

Lebih lanjut, Fadhlullah juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas bantuan sapi untuk tradisi meugang Ramadan yang sakral bagi masyarakat Aceh serta berharap bantuan serupa dapat kembali diberikan pada meugang Idulfitri mendatang.

“kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden atas bantuan sapi untuk meugang Ramadan. Tradisi ini sangat sakral bagi masyarakat Aceh. Kami berharap bantuan serupa juga dapat diberikan kembali pada meugang Idulfitri mendatang,” ujar Fadhlullah. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *