Plt Kadisdik Aceh Murthalamuddin Inisiasi Pertemuan Strategis Penguatan Bahasa Inggris Berdasarkan Hasil TKA 2025

Pendidikan13 Dilihat

Banda Aceh – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menginisiasi pertemuan strategis tindak lanjut hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025 bersama akademisi, kepala sekolah, dan guru Bahasa Inggris SMA dari wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Rabu (25 Februari 2026).

Pertemuan tersebut digelar sebagai langkah evaluasi sekaligus penyusunan strategi peningkatan mutu pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMA setelah dilakukan analisis terhadap capaian hasil TKA 2025 yang menunjukkan masih perlunya penguatan pada sejumlah kompetensi siswa.

Dalam forum yang berlangsung interaktif itu, para akademisi dan tenaga pendidik membahas berbagai pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif, termasuk pemanfaatan teknologi digital, metode pembelajaran komunikatif, serta penguatan literasi Bahasa Inggris melalui program pembiasaan di lingkungan sekolah.

Plt Kadisdik Aceh Murthalamuddin menegaskan bahwa hasil TKA bukan sekadar data evaluasi, tetapi menjadi dasar penting dalam merancang kebijakan peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

Murthalamuddin mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Aceh untuk memastikan setiap hasil evaluasi akademik dapat ditindaklanjuti secara konkret di lapangan.

“Melalui forum ini kita ingin membangun kolaborasi yang lebih kuat antara akademisi, kepala sekolah, dan guru agar strategi pembelajaran Bahasa Inggris semakin efektif. Hasil TKA 2025 harus menjadi pijakan untuk melakukan perbaikan metode pembelajaran sehingga kemampuan siswa Aceh dapat meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kompetensi Bahasa Inggris sangat penting dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, sehingga siswa perlu dibekali kemampuan komunikasi internasional sejak dini.

Selain itu, Murthalamuddin mendorong sekolah untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih kreatif serta memperbanyak praktik penggunaan Bahasa Inggris dalam aktivitas sekolah, seperti program English Day, klub bahasa, hingga pemanfaatan platform pembelajaran digital.

Pertemuan strategis ini turut menghasilkan sejumlah rekomendasi, di antaranya penguatan pelatihan guru Bahasa Inggris secara berkelanjutan, penyusunan bank soal berbasis standar TKA, serta peningkatan sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi dalam pengembangan metode pembelajaran.

Melalui langkah tersebut, Dinas Pendidikan Aceh optimistis kualitas kemampuan Bahasa Inggris siswa SMA di Aceh akan meningkat secara bertahap, sekaligus memperkuat daya saing generasi muda Aceh dalam menghadapi tantangan global.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *