Aceh Barat – Proses mediasi terkait dugaan tindakan pemukulan yang melibatkan oknum prajurit Tentara Nasional Indonesia terhadap seorang warga di Kabupaten Aceh Barat resmi berakhir damai pada Senin (23/2/2026). Penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan melalui fasilitasi Korem 012/Teuku Umar sebagai bentuk tanggung jawab institusi atas insiden yang terjadi.
Mediasi berlangsung terbuka dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat, tanpa mengesampingkan proses hukum di lingkungan militer. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat Korem 012/TU, aparatur Desa Panggong, serta keluarga korban.
Dalam kesempatan itu, Kasrem 012/TU, Hendra Mirza, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga korban atas tindakan yang dilakukan oknum prajurit.
“Atas nama Korem 012/TU, kami menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Peristiwa ini menjadi evaluasi serius agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun telah tercapai kesepakatan damai, proses penyelidikan serta penegakan disiplin terhadap oknum prajurit tetap berjalan sesuai ketentuan hukum militer. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen institusi dalam menjaga profesionalisme dan disiplin prajurit.
Sebagai tanggung jawab moral, Korem 012/TU juga menyatakan kesediaan membantu biaya pengobatan korban sesuai kesepakatan bersama keluarga.
Untuk memastikan kondisi kesehatan korban, pemeriksaan rontgen dilakukan di Rumah Sakit Kesrem Meulaboh. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban dinyatakan dalam kondisi normal dan tidak ditemukan patah tulang pada bagian dada maupun bahu kiri. Meski demikian, keluarga diminta tetap memantau kondisi korban hingga pulih sepenuhnya.
Selanjutnya, oknum prajurit dan pihak keluarga korban menandatangani surat pernyataan damai yang disaksikan aparatur desa. Penandatanganan tersebut menandai berakhirnya proses mediasi secara resmi.
Walaupun penyelesaian secara kekeluargaan telah tercapai, berdasarkan arahan pimpinan Korem 012/TU, proses hukum terhadap oknum prajurit tetap dilimpahkan ke satuan terkait untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.
Melalui penyelesaian ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Johan Pahlawan tetap kondusif. Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh prajurit TNI agar terus menjunjung tinggi disiplin, etika, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas serta menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat.(**)











