Progres 56%, Jembatan Gantung Desa Burlah Perkuat Akses Pedalaman Aceh Tengah

Kodam IM10 Dilihat

Aceh Tengah – Pembangunan Jembatan Gantung Desa Burlah yang berada di wilayah teritorial Kodim 0106/Aceh Tengah terus menunjukkan progres positif. Hingga Jumat (20/02/2026), capaian fisik pembangunan telah mencapai 56 persen dan berjalan sesuai tahapan perencanaan.

Jembatan gantung sepanjang 120 meter ini dirancang sebagai penghubung strategis antara Desa Kala Ketol dengan Desa Burlah, Desa Kekuyang, Desa Buge Ara, dan Desa Bintang Pepara. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengakhiri keterisolasian sejumlah wilayah pedalaman sekaligus memperlancar arus transportasi, distribusi logistik, serta mobilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Pembangunan jembatan merupakan bentuk sinergi antara TNI Angkatan Darat dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah terpencil. Material utama jembatan disiapkan oleh TNI AD, sementara pengerjaan lapangan melibatkan personel gabungan dari Koramil 09/Ketol, Kodim 0106/Aceh Tengah, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 854/Dharma Kersaka, serta Pusat Zeni Angkatan Darat. Kegiatan teknis di lapangan dikoordinasikan oleh DPP Serka Bahtiar agar seluruh tahapan berjalan terarah dan terintegrasi.

Saat ini pekerjaan difokuskan pada pemasangan gelagar lintang sebagai elemen penopang lantai jembatan, serta perapian lintasan sling yang menghubungkan pilon dengan pondasi tarik sling di sisi tepi jauh. Tahapan tersebut menjadi bagian krusial untuk memperkuat struktur utama agar kokoh, stabil, dan memenuhi standar keamanan konstruksi sebelum difungsikan untuk masyarakat.

Serda Suherman menjelaskan seluruh personel bekerja maksimal untuk menjaga konsistensi progres sekaligus memastikan mutu konstruksi tetap terjaga.

“Fokus kami saat ini pemasangan gelagar lintang dan perapian sling agar konstruksi benar-benar kokoh dan aman. Dengan kerja sama yang solid, kami optimis target penyelesaian dapat tercapai,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi geografis wilayah perbukitan serta faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri. Namun dukungan masyarakat dan koordinasi antar unsur pelaksana membuat pekerjaan tetap berjalan sesuai target.

Secara ekonomi, kehadiran jembatan ini diproyeksikan memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warga. Selama ini akses antar desa sering terkendala, terutama saat musim hujan ketika jalur darat menjadi licin dan sulit dilalui. Kondisi tersebut berdampak pada distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.

Dengan adanya jembatan gantung, waktu tempuh antar desa akan lebih singkat dan biaya transportasi dapat ditekan. Akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan juga menjadi lebih mudah.

Partisipasi masyarakat turut menjadi faktor penting dalam kelancaran proyek. Warga secara swadaya membantu pengangkutan material serta menjaga keamanan di sekitar lokasi pembangunan, mencerminkan semangat gotong royong yang kuat.

Salah seorang warga Desa Burlah, Muhammad (52), menyampaikan rasa syukur atas pembangunan tersebut.

“Kami sangat bersyukur. Selama ini akses ke desa tetangga cukup sulit, terutama saat musim hujan. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas ekonomi dan akses pendidikan anak-anak akan jauh lebih mudah,” ungkapnya.

Dengan progres yang telah melampaui separuh pekerjaan, optimisme semakin kuat bahwa Jembatan Gantung Desa Burlah segera menjadi penghubung harapan bagi masyarakat pedalaman sekaligus memperkuat konektivitas wilayah di Aceh Tengah.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *