Kapolda Aceh Tinjau Progres Jembatan Bailey di Peusangan

Polda Aceh144 Dilihat

Bireuen – Upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana terus dilakukan di wilayah Kabupaten Bireuen. Salah satu langkah nyata terlihat saat Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, meninjau langsung progres pembangunan jembatan Bailey di Desa Uteun Bunta, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, pada Kamis, 19 Februari 2026.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memastikan akses transportasi masyarakat yang sempat terputus akibat banjir dan erosi pada tahun 2025 dapat kembali normal. Jembatan Bailey yang dibangun oleh personel Polda Aceh melalui unsur Satuan Brimob Polda Aceh itu diharapkan menjadi solusi sementara yang efektif sebelum pembangunan jembatan permanen direalisasikan.

Kabid Humas Polda Aceh, Joko Krisdiyanto, dalam keterangannya pada Minggu (21/2/2026), menjelaskan bahwa Kapolda Aceh bersama rombongan melakukan pengecekan langsung terhadap struktur konstruksi jembatan guna memastikan kualitas, kekuatan, serta keamanan sebelum difungsikan secara maksimal oleh masyarakat.

Menurutnya, pembangunan jembatan Bailey memiliki peran vital karena jalur tersebut merupakan akses utama penghubung antar desa yang sebelumnya terputus akibat derasnya arus banjir yang merusak badan jembatan lama. Kondisi itu sempat menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

“Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar konstruksi dan jembatan aman digunakan masyarakat,” ujar Joko.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh turut didampingi Wakapolda Aceh Ari Wahyu Widodo, Dansat Brimobda Polda Aceh Zuhdi Batubara, serta jajaran pejabat utama Polda Aceh lainnya.

Selain unsur kepolisian, kegiatan tersebut juga dihadiri Kapolres Bireuen Tuschad Cipta Herdani dari Polres Bireuen, Bupati Bireuen Mukhlis, Kasat Lantas Polres Bireuen Aditya Hadmanto, serta tokoh masyarakat setempat yang turut menyaksikan perkembangan pembangunan jembatan tersebut.

Kehadiran unsur Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam peninjauan tersebut mencerminkan sinergi yang kuat dalam percepatan pemulihan infrastruktur daerah. Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat penting, terutama dalam penanganan dampak bencana yang membutuhkan respons cepat dan terukur.

Pembangunan jembatan Bailey ini difokuskan untuk mempercepat mobilitas warga sehingga aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan normal. Selain itu, jembatan tersebut juga menjadi jalur penting bagi distribusi hasil pertanian serta akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

Kapolda Aceh menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga turut hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat, termasuk mendukung pembangunan infrastruktur sementara yang sangat dibutuhkan warga.

Diharapkan, dengan selesainya pembangunan jembatan Bailey ini, akses transportasi masyarakat kembali lancar dan roda perekonomian warga dapat pulih secara bertahap.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *