Bener Meriah – Pembangunan Jembatan Aramco di Desa Jamur Atu, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah yang dikerjakan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Kamis (19/2/2026), progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai 35 persen.
Pekerjaan konstruksi dilakukan di Desa Jamur Atu, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang sebelumnya melanda wilayah tersebut. Bencana itu sempat mengganggu akses transportasi masyarakat serta distribusi hasil pertanian warga.
Personel Satgas Gulbencal di lapangan terus mengoptimalkan pekerjaan agar jembatan dapat segera difungsikan. Keberadaan jembatan ini dinilai sangat penting karena menjadi jalur penghubung utama aktivitas masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas warga dan kelancaran distribusi hasil perkebunan.
Selain berperan dalam pemulihan konektivitas antarwilayah, pembangunan Jembatan Aramco juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Selama ini, keterbatasan akses transportasi menjadi kendala utama dalam mengangkut hasil pertanian ke pusat-pusat pasar.
Memasuki awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, semangat personel Satgas tetap tinggi. Meski menjalankan ibadah puasa, para prajurit terus bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab. Dedikasi tersebut menjadi wujud nyata pengabdian TNI dalam membantu masyarakat mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Sejumlah tahapan pekerjaan telah dilaksanakan secara bertahap dan terukur, mulai dari pembersihan lokasi, perakitan gorong-gorong Aramco, hingga pemasangan struktur utama jembatan. Seluruh proses berada dalam pengawasan teknis guna memastikan kualitas konstruksi memenuhi standar keamanan.
Koordinasi antarpersonel juga terus ditingkatkan agar pekerjaan berjalan efektif dan tepat waktu. Dengan progres yang telah mencapai 35 persen, jembatan ini ditargetkan segera dapat dilintasi kendaraan roda empat sehingga distribusi kebutuhan pokok dan hasil pertanian masyarakat semakin lancar.
Salah seorang warga Desa Jamur Atu, Rahmat (43), mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan tersebut. Ia mengatakan, selama ini masyarakat mengalami kesulitan saat mengangkut hasil kebun, terutama ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan ini. Kalau sudah bisa dilewati mobil, biaya angkut hasil pertanian tentu lebih ringan dan waktu tempuh lebih cepat. Semoga pengerjaannya lancar sampai selesai,” ujarnya.
Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, pembangunan Jembatan Aramco diharapkan rampung sesuai target serta menjadi solusi nyata bagi kebutuhan akses transportasi masyarakat di Kecamatan Mesidah. Selain mempercepat pemulihan pascabencana, jembatan ini juga diharapkan memperkuat ketahanan infrastruktur daerah secara berkelanjutan.(**)










