Pembinaan Peternakan Bebek di Lapas Labuha, Bekali Warga Binaan Keterampilan Mandiri

Nasional14 Dilihat

Labuha – Upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan terus dilakukan jajaran pemasyarakatan. Kali ini, kegiatan pembinaan kemandirian di bidang peternakan digelar di Lapas Kelas III Labuha, sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang diarahkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 20 Februari 2026, mulai pukul 09.00 WIT tersebut berlangsung di area beranggang dalam lingkungan lapas dan diikuti oleh tiga orang narapidana. Program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menyiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan produktif saat kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas III Labuha, Jumadi, menjelaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan modern yang tidak hanya berfokus pada pembinaan mental dan disiplin, tetapi juga pada penguatan keterampilan kerja.

“Melalui kegiatan peternakan bebek ini, warga binaan diberikan pengalaman langsung mulai dari pembersihan kandang, pemberian pakan, hingga pemantauan perkembangan ternak. Harapannya, mereka memiliki bekal usaha setelah bebas nanti,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas lapas memberikan arahan teknis terkait pemeliharaan ternak bebek, termasuk pengelolaan kebersihan kandang serta pengawasan kesehatan ternak. Para narapidana tampak aktif mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari membersihkan area peternakan hingga memastikan ketersediaan pakan.

Program pembinaan ini juga menjadi bagian dari implementasi penguatan kemandirian warga binaan yang sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia, khususnya di wilayah Maluku Utara, termasuk di Kabupaten Halmahera Selatan.

Selain meningkatkan keterampilan praktis, kegiatan ini juga bertujuan membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta semangat kerja produktif. Petugas lapas turut melakukan pengecekan peralatan kerja untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Ke depan, pihak lapas akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar program peternakan bebek dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Pendokumentasian kegiatan harian juga dilakukan sebagai bagian dari sistem pengawasan dan laporan pembinaan.

Dengan adanya pembinaan kemandirian seperti ini, diharapkan warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal keterampilan yang dapat menjadi peluang usaha ketika kembali ke masyarakat.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *