Kapolda Aceh Tinjau Progres Huntap Korban Banjir di Aceh Tamiang

Polda Aceh7 Dilihat

Aceh Tamiang – Upaya percepatan pemulihan pascabanjir terus dilakukan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak. Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target, Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan huntap di Kampung Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam membantu percepatan pemulihan masyarakat pascabencana banjir yang sebelumnya melanda wilayah tersebut dan menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal.

Setibanya di lokasi, Kapolda Aceh terlebih dahulu melaksanakan Sholat Jumat bersama masyarakat setempat sebagai bentuk kedekatan dengan warga terdampak. Suasana kebersamaan terlihat hangat, di mana masyarakat menyambut langsung kehadiran Kapolda dan rombongan.

Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah bersama jajaran Polres Aceh Tamiang serta warga Kampung Simpang Kanan. Dalam dialog tersebut, Kapolda mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat terkait proses pembangunan hunian tetap, termasuk harapan agar pembangunan dapat segera diselesaikan sehingga warga dapat kembali menempati rumah yang layak.

Selanjutnya, Kapolda Aceh bersama rombongan melakukan peninjauan langsung ke area pembangunan huntap untuk melihat progres pekerjaan di lapangan. Peninjauan ini juga bertujuan memastikan kualitas pembangunan tetap terjaga meskipun proses pengerjaan dipercepat.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolda Aceh menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap tersebut mencakup sebanyak 150 unit rumah yang berdiri di atas lahan seluas 7,5 hektare.

“Peninjauan secara langsung ini guna melihat progres pembangunan hunian tetap yang dibangun oleh Polri bagi masyarakat terdampak banjir. Saat ini progres pemerataan lahan sudah mencapai 80 persen, sedangkan progres pembangunan fisik bangunan sekitar 45 persen,” ujar Kapolda.

Ia menjelaskan bahwa proses pemerataan lahan dilakukan secara intensif dengan sistem kerja bergantian dari pagi hingga malam hari. Langkah tersebut dilakukan agar target penyelesaian dapat tercapai lebih cepat.

Menurutnya, estimasi pengerjaan pemerataan lahan diperkirakan berlangsung sekitar 45 hari. Pihaknya juga memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Kapolda Aceh menambahkan, jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan huntap ditargetkan selesai pada bulan Mei mendatang. Bahkan, jika memungkinkan, tahap finishing dapat rampung setelah Lebaran atau menjelang Hari Raya Idul Adha.

Program pembangunan hunian tetap ini diharapkan mampu memberikan kepastian tempat tinggal bagi masyarakat yang terdampak banjir sekaligus menjadi bagian dari pemulihan sosial dan ekonomi warga.

“Diharapkan dengan selesainya pembangunan hunian tetap ini, masyarakat dapat segera menempati rumah yang layak dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” tutup Kapolda Aceh.

Kehadiran langsung pimpinan kepolisian daerah di lokasi pembangunan juga menjadi motivasi bagi seluruh personel yang terlibat agar terus bekerja maksimal demi percepatan realisasi program kemanusiaan tersebut.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *