DPRK Minta Pemko Tertibkan Anjing Liar Jelang Ramadhan

Parlementaria55 Dilihat

Banda Aceh — Anggota DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, meminta Pemerintah Kota Banda Aceh segera mengambil langkah konkret untuk menertibkan keberadaan anjing liar yang dinilai semakin meresahkan masyarakat di Banda Aceh, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

Permintaan tersebut disampaikan Tuanku Muhammad menyusul meningkatnya laporan warga terkait maraknya kawanan anjing liar yang berkeliaran di sejumlah kawasan permukiman. Ia menilai kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keamanan dan kesehatan jika tidak segera ditangani.

Menurutnya, dalam beberapa pekan terakhir masyarakat dari berbagai gampong melaporkan adanya peningkatan jumlah anjing liar yang berkeliaran pada siang hingga malam hari. Beberapa wilayah yang disebutkan antara lain Lamgugob, Pineung, Mulia, serta sejumlah kawasan padat penduduk lainnya.

“Laporan yang kita terima menunjukkan bahwa keberadaan anjing liar ini sudah mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu perlu langkah cepat dari pemerintah melalui dinas terkait,” ujar Tuanku Muhammad, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, keluhan warga bukan hanya terkait keberadaan anjing liar yang masuk ke lingkungan permukiman, tetapi juga karena hewan tersebut kerap memasuki pekarangan rumah serta area tempat ibadah. Bahkan, sejumlah warga melaporkan adanya barang-barang rumah tangga yang rusak akibat digigit atau diseret oleh anjing liar, seperti sandal, pakaian, hingga peralatan rumah tangga ringan.

Selain itu, masalah lain yang turut dikeluhkan adalah kebiasaan anjing liar mengacak-acak sampah yang telah dikumpulkan warga sebelum diangkut petugas kebersihan. Kondisi tersebut menyebabkan lingkungan menjadi kotor kembali dan menimbulkan bau tidak sedap.

Tuanku Muhammad menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat berkembang menjadi masalah kesehatan masyarakat. Ia mengingatkan adanya potensi penyebaran penyakit berbahaya seperti rabies apabila populasi anjing liar tidak dikendalikan secara terencana.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah kota agar melakukan langkah penanganan terpadu, seperti operasi penangkapan, program sterilisasi untuk mengendalikan populasi, vaksinasi, hingga relokasi anjing liar ke tempat yang lebih aman.

“Penanganannya harus terukur dan berkelanjutan. Bisa melalui operasi tangkap, kemudian dilakukan sterilisasi atau vaksinasi agar tidak menimbulkan risiko penyakit,” katanya.

Ia juga menyoroti meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam hari selama Ramadhan, seperti pelaksanaan salat tarawih, tadarus, hingga kegiatan sosial lainnya. Kondisi tersebut membuat aspek keamanan lingkungan menjadi semakin penting.

Menurutnya, keberadaan anjing liar yang berkeliaran pada malam hari dikhawatirkan mengganggu rasa aman masyarakat, terutama anak-anak dan lansia yang beraktivitas menuju masjid atau pulang ke rumah.

“Selama Ramadhan aktivitas masyarakat meningkat hingga malam. Karena itu persoalan ini perlu segera ditangani agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman,” tambahnya.

Tuanku Muhammad berharap pemerintah kota melalui dinas teknis terkait dapat segera melakukan pendataan dan penertiban secara bertahap di wilayah-wilayah yang dilaporkan rawan. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga kebersihan lingkungan serta tidak membuang sisa makanan sembarangan yang dapat menarik keberadaan hewan liar.

“Kita berharap ada langkah nyata dalam waktu dekat agar kenyamanan dan keamanan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *