Dari Tukang Sol Sepatu ke Pimpinan DPRK, Musriadi Aswad Terbitkan Buku Biografi Inspiratif

Parlementaria54 Dilihat

BANDA ACEH – Perjalanan hidup penuh perjuangan Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad, kini diabadikan dalam sebuah karya biografi berjudul Sol Sepatu Musriadi. Buku tersebut menjadi rekam jejak perjalanan hidup seorang anak yatim yang tumbuh dari keterbatasan hingga berhasil menapaki dunia pendidikan dan politik.

Buku biografi ini ditulis oleh jurnalis Ihan Nurdin dan diterbitkan oleh Bandar Publishing. Karya tersebut tidak hanya mengisahkan perjalanan karier politik, tetapi juga menggambarkan proses panjang pembentukan karakter Musriadi sejak masa kecil hingga dipercaya mengemban amanah sebagai pimpinan legislatif daerah, (20/2/2026).

Dalam buku tersebut, pembaca diajak menyelami kisah kehidupan Musriadi yang sarat nilai ketekunan, kerja keras, serta semangat pantang menyerah. Ia digambarkan sebagai sosok yang tumbuh di tengah keterbatasan ekonomi dan harus menghadapi realitas hidup sejak usia dini. Kondisi sebagai anak yatim membuatnya belajar mandiri lebih cepat dibandingkan anak-anak seusianya.

Salah satu bagian paling menyentuh adalah kisah masa kecil Musriadi yang bekerja sebagai tukang sol sepatu. Pekerjaan sederhana itu bukan sekadar upaya mencari penghasilan, tetapi menjadi simbol perjuangan dan keteguhan hati dalam meraih pendidikan. Dari aktivitas memperbaiki sepatu itulah lahir filosofi kehidupan tentang ketahanan, kesabaran, dan harapan yang kemudian diangkat menjadi judul buku.

Penulis Ihan Nurdin mengungkapkan bahwa proses penyusunan biografi ini membutuhkan waktu cukup panjang karena banyaknya kisah yang harus dirangkai dari berbagai fase kehidupan. Tidak semua cerita dapat dimuat secara detail, namun ia berupaya menghadirkan gambaran utuh tentang perjalanan hidup Musriadi.

Menurutnya, buku tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi perjalanan seorang politisi, tetapi juga sumber inspirasi bagi generasi muda agar tidak menyerah pada keadaan. Semangat pendidikan menjadi benang merah yang terus muncul dalam setiap fase kehidupan Musriadi.

Selain perjalanan hidup, buku ini juga menyoroti konsistensi Musriadi dalam dunia pendidikan. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia tetap berusaha melanjutkan sekolah hingga berhasil meraih gelar sarjana. Semangat tersebut tidak berhenti, ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang magister hingga akhirnya meraih gelar doktor.

Perjalanan akademik tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Justru dari kondisi sulit itulah terbentuk karakter kuat yang kemudian membawanya dipercaya masyarakat untuk mengemban amanah sebagai wakil rakyat.

Kehadiran buku Sol Sepatu Musriadi diharapkan dapat menjadi inspirasi luas, terutama bagi generasi muda Aceh, bahwa kesuksesan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh kerja keras, disiplin, dan doa.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *