Banda Aceh — Tradisi meugang yang selalu dinanti menjelang bulan suci Ramadhan tahun ini menghadirkan pemandangan berbeda di halaman Pendopo Gubernur Aceh. Dalam dua hari terakhir, ribuan warga dari berbagai kabupaten/kota terlihat memadati kawasan tersebut dengan satu harapan: mendapatkan bantuan uang daging meugang dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem.
Sejak pagi hingga malam hari, warga terus berdatangan. Bahkan sebagian dari mereka mengaku sudah berada di sekitar pendopo sejak sehari sebelumnya. Mereka bertahan di bawah tenda seadanya, duduk berkelompok di teras dan halaman, sembari menunggu kabar kemungkinan bertemu langsung dengan orang nomor satu di Aceh itu.
“Kami masih bertahan di sini, semoga bisa bertemu Pak Mualem. Mudah-mudahan ada rezeki meugang untuk keluarga di rumah,” ujar seorang warga asal Aceh Besar saat ditemui di lokasi.
Meugang sendiri merupakan tradisi khas masyarakat Aceh yang dilakukan dua hari menjelang Ramadhan, Idulfitri, dan Iduladha. Pada momen ini, masyarakat biasanya membeli dan memasak daging untuk disantap bersama keluarga. Namun, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuat sebagian warga berharap adanya bantuan agar tetap bisa merasakan tradisi tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan aparat keamanan berjaga di sejumlah titik pintu masuk pendopo. Puluhan personel kepolisian bersama Satpol PP tampak mengatur arus massa serta memastikan situasi tetap kondusif. Hingga kini, suasana masih terkendali meski jumlah warga cukup besar.
Hujan yang sempat mengguyur kawasan tersebut tidak menyurutkan niat warga untuk bertahan. Sebagian memilih berteduh di bawah pohon dan selasar bangunan, sementara lainnya tetap duduk di halaman dengan payung atau jas hujan sederhana.
Suasana harap dan cemas bercampur menjadi satu. Warga saling berbincang, berbagi makanan ringan, dan sesekali menanyakan informasi terbaru mengenai kemungkinan bantuan. Tidak sedikit yang datang bersama anggota keluarga, bahkan membawa anak-anak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait mekanisme atau kepastian penyaluran bantuan meugang tersebut. Namun, warga tetap memilih bertahan dengan harapan ada solusi yang dapat membantu mereka menyambut Ramadhan dengan penuh kebersamaan.
Tradisi meugang bukan sekadar tentang daging, melainkan simbol kebahagiaan dan persiapan spiritual menyambut bulan suci. Bagi ribuan warga yang berkumpul di pendopo itu, harapan sederhana mereka adalah bisa membawa pulang sedikit rezeki agar dapur tetap mengepul saat Ramadhan tiba.(**)








