Banjir Bandang Bawa Batu dan Lumpur Terjang Dusun Pule Tancep Gunungkidul

Nasional14 Dilihat

Gunungkidul, DIY – Banjir bandang yang membawa material batu dan lumpur menerjang Dusun Pule Tancep, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Air bah datang secara tiba-tiba dengan arus deras, menyeret material dari kawasan perbukitan hingga masuk ke permukiman warga.

Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah setempat sejak siang hari. Aliran air dari kawasan atas perbukitan meluap dan berubah menjadi banjir bandang, membawa lumpur pekat serta bebatuan berukuran sedang hingga besar. Material itu terbawa arus dan menggenangi sejumlah rumah warga.

Warga yang berada di sekitar lokasi sempat panik ketika debit air meningkat drastis dalam waktu singkat. Beberapa di antaranya bergegas menyelamatkan barang-barang berharga dan memindahkan kendaraan ke tempat yang lebih aman. “Air datang sangat cepat, tiba-tiba sudah membawa lumpur dan batu. Kami langsung berusaha menyelamatkan diri,” ujar salah seorang warga setempat.

Selain menggenangi halaman dan bagian dalam rumah, banjir juga menyebabkan akses jalan dusun tertutup lumpur dan bebatuan. Aktivitas warga sempat lumpuh beberapa jam karena material yang menumpuk membuat kendaraan sulit melintas. Warga bersama aparat setempat bergerak cepat melakukan pembersihan secara gotong royong setelah arus air mulai surut.

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat terjangan material dan genangan lumpur. Kerugian materiil masih dalam pendataan oleh aparat desa dan pihak terkait.

Menjelang malam, kondisi berangsur terkendali seiring surutnya aliran air. Meski demikian, warga tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan deras kembali turun. Wilayah Dusun Pule Tancep yang berada di kawasan perbukitan dengan aliran sungai kecil dinilai rawan terjadi banjir bandang susulan apabila curah hujan tinggi kembali terjadi.

Pemerintah setempat mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar aliran sungai saat hujan deras serta segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba. Upaya mitigasi dan pembersihan sisa material juga terus dilakukan guna memastikan lingkungan kembali aman dan nyaman untuk ditempati.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah perbukitan seperti di Kabupaten Gunungkidul. Warga diharapkan selalu memantau perkembangan cuaca dan mengikuti arahan dari aparat setempat demi keselamatan bersama.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *