Wabup Aceh Besar Serahkan Rumah Tahan Gempa untuk Warga Duafa

Aceh Besar186 Dilihat

Jantho – Haru dan rasa syukur menyelimuti dua keluarga kurang mampu di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, saat menerima bantuan rumah duafa berstruktur tahan gempa tipe 36. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A Jalil, pada Senin (16/02/2026).

Dua penerima manfaat itu adalah M. Nur, warga Gampong Data Makmur, dan Zuriah dari Gampong Lam Siem. Rumah senilai Rp92 juta per unit tersebut dibangun melalui kolaborasi antara Islamic Relief Indonesia, Baitul Mal Aceh Besar, dan PT Solusi Bangun Andalas.

Dalam sambutannya, Syukri A Jalil menegaskan bahwa pembangunan rumah ini merupakan wujud nyata dari kerja sama berkelanjutan antara lembaga sosial, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam membantu masyarakat kurang mampu.

“Pembangunan rumah ini adalah implementasi dari sinergi jangka panjang yang telah terjalin. Kolaborasi seperti ini membuktikan bahwa ketika pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan dunia usaha bersatu, manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, di Kabupaten Aceh Besar sendiri, Islamic Relief Indonesia telah membangun sebanyak 55 unit rumah serupa bagi warga duafa. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat yang belum memiliki tempat tinggal yang memadai.

Rumah tipe 36 tersebut dirancang dengan struktur tahan gempa serta dilengkapi fasilitas dasar yang memadai. Konsep ini dinilai sangat relevan mengingat Aceh merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana gempa bumi.

“Selain memberikan kenyamanan, rumah ini juga memberikan rasa aman. Dengan struktur tahan gempa, keluarga penerima tidak lagi dihantui kekhawatiran saat terjadi guncangan,” tambah Syukri.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program rumah layak huni merupakan langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan. Hunian yang layak diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, baik dari sisi kesehatan, keamanan, maupun produktivitas ekonomi.

Bagi M. Nur, bantuan tersebut menjadi jawaban atas penantian panjangnya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur atas rumah baru yang kini ditempatinya bersama keluarga.

“Alhamdulillah, rumah ini sudah lama saya harapkan. Sekarang saya bisa bekerja mencari nafkah dengan tenang tanpa memikirkan kondisi rumah lagi,” ujarnya.

Ia juga berharap program serupa dapat terus berlanjut agar lebih banyak warga kurang mampu yang merasakan manfaatnya.

Program pembangunan rumah duafa tahan gempa ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan kolaborasi dapat menghadirkan perubahan nyata. Bagi dua keluarga di Blang Bintang tersebut, rumah baru bukan sekadar bangunan, melainkan simbol harapan, keamanan, dan awal kehidupan yang lebih baik.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *