Labuha – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian warga binaan dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Car Free Day (CFD) UMKM, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIT di area CFD UMKM Kabupaten Halmahera Selatan ini menjadi ajang strategis bagi Lapas untuk memperkenalkan produk ketahanan pangan hasil pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kepada masyarakat luas.
Kepala Lapas Kelas III Labuha, Jumadi, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam CFD UMKM bukan sekadar membuka lapak penjualan, melainkan bagian dari upaya membangun citra positif lembaga pemasyarakatan sebagai institusi pembinaan yang produktif dan berorientasi pada kemandirian.
“Produk yang kami tampilkan merupakan hasil pembinaan kemandirian di bidang pertanian dan ketahanan pangan yang dikelola langsung oleh WBP di bawah pengawasan petugas. Ini adalah bukti nyata bahwa proses pembinaan berjalan aktif dan memberikan hasil,” ujarnya.
Berbagai produk ketahanan pangan yang dipasarkan dalam kegiatan tersebut mendapat perhatian besar dari pengunjung CFD. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya minat pembelian hingga sebagian produk dinyatakan laris terjual sebelum kegiatan berakhir.
Partisipasi ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara Lapas dan masyarakat. Selama ini, pembinaan di dalam Lapas kerap kurang diketahui publik. Melalui kegiatan terbuka seperti CFD UMKM, masyarakat dapat melihat langsung hasil kerja dan kreativitas warga binaan yang dibina secara berkelanjutan.
Selain sebagai sarana promosi, kegiatan ini sekaligus menjadi motivasi bagi WBP agar terus meningkatkan keterampilan dan produktivitas. Dukungan masyarakat yang membeli dan mengapresiasi produk mereka menjadi dorongan moral tersendiri dalam proses pembinaan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif dengan pengawasan penuh dari petugas Lapas. Tidak hanya fokus pada aspek pemasaran, Lapas juga memastikan pelaksanaan kegiatan tetap sesuai prosedur dan mengedepankan profesionalisme.
Ke depan, Lapas Kelas III Labuha berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk ketahanan pangan hasil pembinaan WBP. Selain itu, jejaring pemasaran akan terus diperluas melalui partisipasi aktif dalam kegiatan publik dan event UMKM lainnya di wilayah Halmahera Selatan.
Langkah ini sejalan dengan semangat reformasi pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pembinaan berbasis kemandirian dan pemberdayaan. Dengan membuka akses pasar dan memperkenalkan hasil karya warga binaan ke masyarakat, diharapkan mereka memiliki bekal keterampilan yang memadai saat kembali ke tengah masyarakat.
Melalui partisipasi dalam CFD UMKM ini, Lapas Kelas III Labuha menegaskan bahwa pembinaan bukan hanya proses di balik tembok, melainkan investasi sosial jangka panjang demi terciptanya warga binaan yang produktif, mandiri, dan siap berkontribusi positif bagi daerah.(**)






