Mahasiswa STIK WPS Gelar Psikososial untuk Siswa Terdampak Banjir di Pidie Jaya

Polres pijay8 Dilihat

Meureudu – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83/Widya Pratama Satwika (WPS) menggelar kegiatan psikososial bagi siswa terdampak banjir di wilayah hukum Polres Pidie Jaya, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di SD Negeri 4 Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat mahasiswa STIK selama melaksanakan rangkaian kegiatan di Kabupaten Pidie Jaya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Paping STIK Kombes Pol Riza Fahmi, Kabag SDM Polres Pidie Jaya AKP Mahyuddin, para mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS, dewan guru, serta siswa-siswi SD Negeri 4 Meureudu.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu melalui Kasi Humas AKP Mahruzar Hariadi menyampaikan bahwa kegiatan psikososial ini merupakan bentuk kepedulian Polri bersama mahasiswa STIK terhadap anak-anak yang terdampak bencana banjir.

“Kegiatan ini bertujuan membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascabencana, menumbuhkan kembali semangat belajar, serta memberikan dukungan moril agar mereka tetap termotivasi,” ujar AKP Mahruzar Hariadi.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa STIK memberikan pendampingan melalui berbagai permainan edukatif, sesi motivasi, dan aktivitas interaktif yang dirancang untuk mengurangi trauma akibat banjir. Suasana penuh keceriaan tampak mewarnai kegiatan tersebut, di mana para siswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara.

Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergitas antara institusi Polri dan lembaga pendidikan dalam memberikan pelayanan serta pengabdian kepada masyarakat. Selain membantu pemulihan psikologis anak-anak, program tersebut diharapkan dapat memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Pidie Jaya.

Melalui kegiatan psikososial ini, diharapkan para siswa yang terdampak banjir dapat kembali ceria, bangkit dari trauma, serta lebih bersemangat dalam melanjutkan proses belajar mereka.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *