Banda Aceh – Peringatan Congenital Heart Defect (CHD) Awareness Week yang digelar secara global setiap 7–14 Februari turut dipusatkan di Kota Banda Aceh. SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh menjadi tuan rumah kegiatan penyuluhan dan kampanye kesadaran tentang cacat jantung bawaan pada anak, yang secara resmi dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Selasa pagi (10/2), di aula sekolah setempat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang bahaya dan penanganan dini penyakit jantung bawaan, yang hingga kini masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan kesehatan serius pada anak-anak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pokja PAUD Kota Banda Aceh, Siti Hajar; Wakil Bunda PAUD Banda Aceh, Maisarah; Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Teuku Erwin Irham; serta civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan tenaga kesehatan dalam membangun kesadaran kolektif terkait kesehatan anak sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menekankan bahwa kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Ia menyampaikan bahwa edukasi kesehatan harus dimulai dari lingkungan sekolah dan keluarga.
“CHD Awareness Week ini adalah momen krusial untuk mengingatkan kita semua bahwa kesehatan jantung anak-anak adalah tanggung jawab bersama. Dengan penyuluhan seperti ini, kita bisa mendeteksi sejak dini dan memberikan perawatan yang tepat, sehingga generasi muda kita tumbuh sehat dan kuat,” ujar Illiza.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menganggap remeh gejala-gejala awal gangguan jantung pada anak. Menurutnya, deteksi dan intervensi dini dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup anak yang terdiagnosis CHD.
“Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen mendukung program pencegahan dan penanganan kesehatan anak. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi agenda rutin tahunan yang melibatkan lebih banyak sekolah dan orang tua,” tambahnya.
Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi penyuluhan yang disampaikan oleh dr. Herlina Dimyati dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Dalam paparannya, dr. Herlina menjelaskan bahwa Congenital Heart Defect merupakan kelainan struktur jantung yang sudah ada sejak bayi lahir. Kondisi ini dapat memengaruhi aliran darah di dalam jantung dan ke seluruh tubuh.
Ia memaparkan sejumlah gejala yang perlu diwaspadai orang tua, seperti bayi yang tampak kebiruan (sianosis), mudah lelah saat menyusu, berat badan sulit naik, napas cepat, serta infeksi saluran pernapasan yang berulang. Selain itu, pada anak yang lebih besar, gejala dapat berupa cepat lelah saat beraktivitas atau pingsan mendadak.
“Deteksi dini sangat penting. Pemeriksaan rutin, terutama pada bayi baru lahir dan balita, bisa membantu menemukan kelainan lebih awal sehingga penanganan medis dapat segera dilakukan,” jelas dr. Herlina.
Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur sebagai langkah pencegahan, karena beberapa faktor risiko CHD berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu selama masa kehamilan, termasuk infeksi, penyakit kronis, maupun faktor genetik.
Para peserta yang terdiri dari guru, orang tua murid, serta siswa tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab. Banyak orang tua memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung terkait kesehatan jantung anak mereka.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga sarana membangun kesadaran kolektif bahwa kesehatan anak merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat, Banda Aceh diharapkan mampu menjadi kota yang semakin peduli terhadap tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Melalui peringatan CHD Awareness Week tahun ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap masyarakat semakin memahami pentingnya skrining kesehatan dan tidak ragu untuk berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika menemukan gejala yang mencurigakan.(**)







