Datok Kampung Kesehatan: Jangan Matikan UMKM di Tengah Luka Pascabanjir

Berita15 Dilihat

Karang Baru, Dailymail Indonesia

Datok Penghulu Kampung Kesehatan, Syariful Alam, angkat suara terkait pengaduan pedagang UMKM yang selama ini berjualan di kantin RSUD Aceh Tamiang dan kini diminta menghentikan aktivitas usahanya.

Beliau menegaskan, kebijakan tersebut tidak boleh mengorbankan pedagang kecil yang sedang berjuang bertahan hidup pascabencana banjir.

Menurut Syariful Alam, RSUD Aceh Tamiang berada di wilayah Kampung Kesehatan, sehingga persoalan yang menyangkut hajat hidup masyarakat kecil menjadi perhatian serius pihak kampung. Ia mengaku menerima langsung keluhan para pedagang, yang mayoritas menggantungkan hidup dari aktivitas berjualan di lingkungan rumah sakit.

“Kondisi ekonomi masyarakat kita belum pulih. Pascabanjir, UMKM justru menjadi sandaran terakhir banyak keluarga. Jangan sampai di tengah upaya pemulihan ekonomi, justru ada kebijakan yang mematikan mata pencaharian rakyat kecil,” tegas Datok Syariful Alam.

Ia menilai, rencana revitalisasi dan penataan RSUD tidak seharusnya dilakukan dengan cara menghentikan usaha pedagang secara sepihak tanpa solusi yang jelas. Menurutnya, pendekatan yang lebih manusiawi dan berkeadilan harus dikedepankan.

“Saya tidak menolak pembangunan dan penataan rumah sakit. Tapi pembangunan tidak boleh berdiri di atas penderitaan rakyat. UMKM harus dilindungi, bukan disingkirkan,” ujarnya dengan nada tegas.

Sebagai langkah konkret, Datok Syariful Alam menyatakan telah menjembatani pertemuan antara pedagang UMKM dengan DPRK Aceh Tamiang. Ia meminta DPRK untuk memanggil manajemen RSUD Aceh Tamiang agar persoalan ini dibuka secara terang dan dicarikan solusi bersama.

“Kami minta DPRK memanggil pihak manajemen RSUD. Duduk bersama, buka semuanya secara jelas, dan cari jalan keluar. Jangan biarkan ibu-ibu pedagang ini menangis karena kebijakan yang tidak berpihak,” katanya.

Datok Kampung Kesehatan itu menegaskan, keberpihakan kepada UMKM sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang menjadikan UMKM sebagai tulang punggung pemulihan ekonomi pascabencana.

“Kalau hari ini UMKM dimatikan, lalu bagaimana rakyat kecil bisa bertahan? Saya berdiri bersama UMKM dan akan terus mengawal persoalan ini sampai ada kejelasan dan keadilan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *