
DAILY MAIL INDONESIA.COM—Tulang Bawang Barat, Tim Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang dibagi menjadi dua kelompok fokus pada Perizinan dasar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yang ada di Kabupaten Tubaba, Minggu ( 8-02-2026 )
Ketua Tim Satuan Tugas MBG Sopyan Nur menyampaikan dari 37 dapur SPPG yang telah operasional di Kabupaten Tubaba, kami Tim Satgas sudah malaksanakan monitoring pengawasan ke, 24 Dapur SPPG sejak hari Senin, 02 Februari s.d. Jum’at, 06 Februari 2026, masih menyisakan 13 Dapur SPPG di Kec. Tulang Bawang Tengah yg akan dimonitoring pada hari Senin-Selasa, 09-10 Februari 2026.Ujarnya
Dirinya menjelas kegiatan monitoring Tim Satgas MBG Fokus memeriksa kelengkapan Perizinan dasar SPPG meliputi Perizinan Bangunan Gedung (PBG), Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Laik Higiens Sanitasi (SLHS), Surat Penyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL), Sertifikat Halal dan Sertifikat Pelatihan Penjamah Makanan.
Selain itu Tim juga meninjau terkait Pengelolaan Limbah SPPG, baik Limbah Cair maupun Pengelolaan Sampah. Selain itu juga Tim melakukan pendataan terhadap sasaran penerima manfaat, jumlah relawan dan ketaatan terhadap Jaminan Keselamatan Kerja (K3), serta kesesuaian ruang SPPG.
Dari data yg diperoleh sebagian besar Dapur SPPG belum melengkapi perizinan, Seperti PBG, NIB dan SLHS. Untuk itu Satgas memberikan waktu selama 14 hari kedepan untuk seluruh Dapur SPPG yg telah operasional untuk melengkapi Perizinan yg dipersyaratkan, serta melakukan Perbaikan² terhadap Pengelolaan Limbah dan Kelengkapan SPPG yg belum memenuhi standar. Bila setelah waktu 14 hari kedepan Yayasan/Mitra SPPG tidak menunjukkan itikad baik, maka Satgas akan merekomendasikan agar SPPG dimaksud dihentikan operasionalnya sampai terpenuhinya persyaratan,tegasnya”
Program Dapur MBG adalah bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi masalah gizi buruk, stunting, dan kemiskinan dengan menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui, sambil menggerakkan ekonomi lokal melalui pelibatan petani dan UMKM. Dapur-dapur (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG) mengolah makanan sesuai standar gizi, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi wujud kepedulian negara terhadap masa depan bangsa.
( Red )



