Rupiah Menguat terhadap Dolar AS pada Perdagangan Pagi Ini

Ekonomi19 Dilihat

Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Selasa (3/2/2026). Penguatan mata uang Garuda ini menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan domestik di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Pada awal perdagangan, rupiah tercatat bergerak di zona hijau setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Penguatan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, baik dari dalam negeri maupun sentimen eksternal yang turut membentuk pergerakan pasar valuta asing.

Sentimen Global Dorong Rupiah Menguat

Salah satu faktor utama yang menopang penguatan rupiah adalah melemahnya dolar AS di pasar global. Dolar tertekan seiring ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Investor kini mulai memperkirakan adanya peluang penurunan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, menyusul indikasi perlambatan inflasi di Negeri Paman Sam.

Kondisi tersebut membuat arus modal asing kembali masuk ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga rupiah mendapatkan dorongan positif.

Optimisme Investor terhadap Ekonomi Domestik

Dari dalam negeri, penguatan rupiah juga didukung oleh optimisme investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Fundamental ekonomi yang relatif kuat, inflasi yang terjaga, serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar menjadi faktor yang memperkuat kepercayaan pasar.

Selain itu, sektor ekspor Indonesia yang masih menunjukkan kinerja baik turut memberikan kontribusi terhadap pasokan devisa, sehingga menopang pergerakan rupiah.

Pasar Menanti Kebijakan Bank Indonesia

Meski rupiah menguat pada pagi ini, pelaku pasar masih mencermati langkah Bank Indonesia ke depan, terutama terkait kebijakan suku bunga dan intervensi di pasar valuta asing. Bank Indonesia diperkirakan tetap akan menjaga stabilitas rupiah agar tidak terlalu berfluktuasi tajam, mengingat tekanan global masih dapat berubah sewaktu-waktu.

Pengamat menilai, pergerakan rupiah dalam beberapa hari mendatang masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk perkembangan ekonomi AS, harga komoditas dunia, serta kondisi geopolitik internasional.

Rupiah Berpotensi Stabil dalam Jangka Pendek

Dengan penguatan yang terjadi pada awal perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan berpeluang bergerak stabil dalam jangka pendek. Namun, investor tetap diminta waspada terhadap potensi volatilitas pasar, terutama menjelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan agenda pertemuan bank sentral global.

Penguatan rupiah ini menjadi kabar baik bagi perekonomian nasional karena dapat membantu menekan biaya impor serta menjaga stabilitas harga barang di dalam negeri.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *