Debit Kolam Mata Ie Turun Drastis, Ribuan Warga Terancam Krisis Air Bersih

Aceh Besar41 Dilihat

Aceh Besar — Kondisi debit air di Kolam Mata Ie, yang selama ini menjadi sumber utama air baku bagi masyarakat Aceh Besar, mengalami penurunan yang sangat signifikan dalam beberapa minggu terakhir. Minimnya curah hujan di kawasan daerah tangkapan air menjadi faktor utama menyusutnya pasokan air di kolam tersebut.

Kolam Mata Ie sendiri merupakan bagian penting dari hulu Sungai Krueng Daroy, yang selama ini menjadi tumpuan utama penyediaan air baku bagi operasional Water Treatment Plant (WTP) Mata Ie. Instalasi pengolahan air ini menjadi sumber utama distribusi air bersih untuk tiga kecamatan di Aceh Besar, yakni Kecamatan Darul Imarah, Darul Kamal, dan Peukan Bada.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mountala, Ir. Salman, ST, M.Si, IPM, menjelaskan bahwa menurunnya debit air memaksa pihaknya melakukan penyesuaian dalam pengambilan air baku agar operasional tetap berjalan.

“Sebelumnya debit pengambilan air baku mencapai sekitar 150 liter per detik. Namun akibat kondisi saat ini, kami harus menurunkannya menjadi 120 liter per detik,” ujar Salman, Minggu (1/2/2026).

Penurunan kapasitas tersebut berdampak langsung pada distribusi air kepada pelanggan, terutama di wilayah yang letaknya cukup jauh dari pusat pelayanan. Salman mengungkapkan bahwa pada jam-jam puncak penggunaan air, suplai air bersih bahkan tidak mampu menjangkau seluruh pelanggan.

“Distribusi air pasti mengalami penurunan. Wilayah yang paling jauh akan sangat terdampak. Pada jam puncak, air bahkan tidak sampai ke pelanggan,” jelasnya.

Salman menambahkan, kondisi penurunan debit di intake WTP Mata Ie bukanlah kejadian pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena serupa kerap terjadi saat musim kemarau panjang atau curah hujan rendah.

Untuk itu, Perumda Air Minum Tirta Mountala berharap pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Leupung dapat segera direalisasikan sebagai solusi jangka panjang guna mengatasi persoalan krisis air bersih di wilayah tersebut.

“SPAM Regional Leupung sebenarnya sudah siap dari sisi perencanaan. Saat ini prosesnya sedang berjalan, termasuk pembebasan lahan untuk pembangunan WTP baru,” katanya.

Saat ini, Perumda Air Minum Tirta Mountala melayani lebih dari 13 ribu pelanggan yang tersebar di tiga kecamatan tersebut. Jika kondisi debit air Kolam Mata Ie terus menyusut dalam waktu lama, maka ribuan pelanggan dipastikan akan menghadapi ancaman serius berupa krisis air bersih.

“Kalau debit terus turun, dampaknya akan sangat besar. Ribuan pelanggan PDAM di wilayah pelayanan kami akan kesulitan memperoleh air bersih,” pungkas Salman.

Pihak Perumda juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama kondisi debit air masih menurun, sembari menunggu adanya peningkatan curah hujan atau solusi jangka panjang melalui pembangunan SPAM Regional.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *