Aiyub Bukhari: Bantuan Usaha Baitul Mal Harus Lahirkan Muzakki Baru

Parlementaria11 Dilihat

Banda Aceh – Anggota DPRK Banda Aceh dari Partai Demokrat, Aiyub Bukhari, menilai program bantuan usaha yang dijalankan Baitul Mal Kota Banda Aceh memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Menurutnya, program bantuan tersebut tidak boleh hanya bersifat sementara, melainkan harus mampu meningkatkan taraf hidup penerima manfaat hingga melahirkan muzakki baru atau pemberi zakat dari kalangan masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan.

“Program bantuan usaha ini harus benar-benar mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Fokus utamanya adalah melahirkan muzakki baru, bukan justru menambah jumlah mustahik,” ujar Aiyub di Banda Aceh, Senin (2/2/2026) pagi.

Ia menegaskan, apabila program bantuan usaha justru melahirkan mustahik baru, maka hal tersebut mencerminkan kegagalan dalam perencanaan maupun pendampingan program.

“Kalau yang terjadi justru melahirkan mustahik baru, berarti program bantuan usaha itu gagal. Tujuan Baitul Mal adalah mengentaskan kemiskinan, bukan mempertahankan kemiskinan,” tegasnya.

Aiyub yang merupakan Anggota DPRK Banda Aceh Dapil Kuta Alam juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi penerima bantuan, termasuk pelatihan manajemen usaha dan pengawasan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Program ini harus disertai pendampingan, pelatihan, serta pengawasan yang berkelanjutan supaya penerima bantuan mampu mandiri secara ekonomi,” tuturnya.

Selain itu, ia berharap pada tahun 2026 Baitul Mal Kota Banda Aceh dapat lebih maksimal menggali potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang ada di Banda Aceh. Menurutnya, potensi zakat masyarakat masih sangat besar jika dikelola secara profesional dan transparan.

“Kita berharap Baitul Mal tahun 2026 mampu menggali potensi-potensi zakat di Kota Banda Aceh secara optimal, sehingga tujuan utama untuk mengentaskan kemiskinan benar-benar tercapai,” ujarnya.

Aiyub menilai keberhasilan program Baitul Mal dapat diukur dari menurunnya angka kemiskinan serta meningkatnya jumlah muzakki setiap tahun.

“Jika setiap tahun jumlah muzakki bertambah dan jumlah mustahik berkurang, maka itu tanda program Baitul Mal berjalan di jalur yang benar,” katanya.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh untuk terus mendukung program-program Baitul Mal melalui kebijakan yang berpihak pada penguatan ekonomi masyarakat kecil.

“Sinergi antara Baitul Mal dan Pemko Banda Aceh sangat penting agar program bantuan usaha ini benar-benar menjadi solusi jangka panjang bagi perekonomian masyarakat,” pungkas Aiyub.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *