Aceh — Dalam situasi yang penuh tantangan, terutama saat masyarakat Aceh tengah menghadapi musibah banjir di sejumlah wilayah, hadir sosok perempuan yang mencuri perhatian publik karena ketulusan dan kepeduliannya. Ia adalah Marlina Usman, yang akrab disapa Kak Ana, istri dari tokoh Aceh yang dikenal luas sebagai Mualem.
Bagi banyak orang, Kak Ana bukan hanya sekadar pendamping seorang tokoh besar. Ia tampil sebagai pribadi yang membawa energi positif, menghadirkan senyum, dan menebarkan kebahagiaan di tengah masyarakat, terutama bagi anak-anak.
Dalam berbagai kesempatan, Kak Ana terlihat begitu dekat dengan rakyat. Ia kerap menyapa dengan ramah, memberikan perhatian khusus kepada anak-anak, serta menghadirkan suasana hangat dalam setiap perjumpaan. Senyum yang ia tebarkan seolah menjadi penguat di tengah kondisi Aceh yang sedang berduka akibat bencana alam.
Tidak sedikit masyarakat yang menilai bahwa sosok Kak Ana layak dijadikan inspirasi, khususnya bagi kaum perempuan. Di tengah perkembangan zaman saat ini, peran wanita bukan hanya terbatas dalam ruang domestik, namun juga mampu menjadi simbol ketangguhan, empati, dan kepedulian sosial.
Kak Ana memperlihatkan bahwa wanita Aceh memiliki karakter kuat, berhati lembut, dan mampu menjadi sumber semangat bagi lingkungan sekitarnya. Apa yang ia lakukan selaras dengan kebutuhan zaman, di mana sosok perempuan dibutuhkan untuk tampil sebagai penggerak kebaikan, penebar kasih sayang, sekaligus teladan bagi generasi muda.
Masyarakat pun berharap, kiprah dan ketulusan Kak Ana dapat terus hadir dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan, terutama dalam membantu warga terdampak banjir dan musibah lainnya.
Tulisan tentang perjalanan, nilai kehidupan, dan keteladanan Kak Ana disebut akan berlanjut dalam bagian berikutnya, sebagai pengingat bahwa wanita tangguh tidak hanya dikenal dari kata-kata, tetapi dari tindakan nyata yang membawa kebahagiaan bagi orang lain.(**)











