Harga Emas di Aceh Mulai Turun, Kini Rp 8,8 Juta per Mayam

Ekonomi52 Dilihat

Langsa — Harga emas di Aceh mulai menunjukkan tren penurunan sejak akhir Januari 2026. Setelah sempat menyentuh angka tinggi hingga Rp 10,2 juta per mayam, kini harga emas perlahan turun dan memberikan angin segar bagi masyarakat, khususnya para pembeli yang sempat menahan diri akibat lonjakan harga sebelumnya.

Pantauan terbaru pada awal Februari ini, harga emas di sejumlah toko emas di Aceh masih terus bergerak turun. Salah satunya terlihat di Toko Emas Jasa Sejahtera yang berada di Kota Langsa, di mana harga emas hari ini tercatat berada pada angka Rp 8.800.000 per mayam.

Penurunan harga ini disambut antusias oleh masyarakat. Pasalnya, dalam beberapa pekan terakhir harga emas sempat melonjak tajam hingga membuat sebagian warga mengurungkan niat untuk membeli perhiasan maupun investasi logam mulia.

Menurut sejumlah pedagang emas, fluktuasi harga dipengaruhi oleh pergerakan pasar global serta nilai tukar rupiah. Meski demikian, tren penurunan yang terjadi sejak akhir Januari memberikan harapan bahwa harga emas bisa kembali stabil dalam waktu dekat.

Bagi masyarakat Aceh, emas bukan hanya sekadar perhiasan, tetapi juga menjadi salah satu bentuk investasi yang paling diminati, terutama menjelang momen-momen tertentu seperti pernikahan, meugang, maupun persiapan kebutuhan keluarga.

Dengan turunnya harga emas ke level Rp 8,8 juta per mayam, aktivitas jual beli di pasar emas diperkirakan akan kembali meningkat. Banyak warga mulai memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli emas sebelum harga kembali naik.

“Alhamdulillah, semangat rakan!” tulis salah satu warga di media sosial menanggapi kabar turunnya harga emas, disertai harapan agar tren penurunan ini terus berlanjut.

Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan harga emas secara berkala, karena harga logam mulia dikenal sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *