Aceh Tamiang – Aksi heroik dan respons cepat ditunjukkan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) bersama warga saat menyelamatkan seorang bocah yang hanyut di sungai kawasan bawah Jembatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (30/1/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.45 WIB, di lokasi yang berdekatan dengan area rencana kegiatan bakti sosial dan trauma healing Taruna Akpol. Korban diketahui bernama Haikal, seorang anak yang terseret arus sungai ketika bermain di pinggiran bantaran.
Saat korban terlihat hanyut dan mulai kesulitan bernapas, Taruna Akpol yang berada di sekitar lokasi segera bergerak cepat melakukan penyelamatan darurat bersama masyarakat setempat.
Taruna Akpol Muhammad menjelaskan, kejadian bermula ketika Haikal berusaha mengambil barang miliknya yang jatuh ke sungai.
“Saat mencoba mengambil handphone dan sendalnya yang hanyut, Haikal ikut terseret arus dan tidak mampu menyelamatkan diri,” ujar Taruna Muhammad.
Korban akhirnya berhasil diangkat ke daratan dalam kondisi lemah. Melihat situasi kritis tersebut, Taruna Akpol langsung memberikan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (RJP).
Taruna Davin menuturkan kondisi Haikal saat dievakuasi.
“Korban dalam kondisi napas terengah dan hampir tidak sadar. Kami langsung melakukan RJP hingga korban mengeluarkan lumpur dari mulutnya dan mulai merespons,” ungkapnya.
Setelah kondisi korban mulai stabil, Haikal segera dibawa ke Posko Polri untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan dari tim Biddokkes Polda Aceh, sebelum dirujuk ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Taruna Jasen mengapresiasi respons cepat tenaga medis di lokasi.
“Penanganan dari Biddokkes sangat cepat, korban langsung diberi bantuan oksigen dan perawatan awal sebelum dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.
Di rumah sakit, Haikal mendapatkan perawatan intensif. Taruna Akpol juga turut membantu memberikan keterangan kepada tenaga medis serta menenangkan orang tua korban yang datang dalam keadaan panik.
Aksi penyelamatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Taruna Akpol di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan nyawa warga.(**)












