Tanggap Bencana Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Aceh di Panti Asuhan Bustanul Aitam, Ulim, Pidie Jaya

Berita13 Dilihat

Tanggap Bencana Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Aceh di Panti Asuhan Bustanul Aitam, Ulim, Pidie Jaya

[Meureudu] Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Aceh berkunjung ke Panti Bustanul Aitam, yang menampung anak yatim-piatu, dan anak dari keluarga kurang mampu di Ulim, Pidie Jaya Kamis (29/01/2026).

Kegiatan seremonial singkat dubuka oleh Muslem Daud, Ph.D (Sekretaris APTISI Aceh) dan dilanjutkan dengan sambutan Ketua APTISI Aceh sebelum serah terima bantuan secara simbolis.

Dalam sambutan singkatnya Prof Dr. Bansu Irianto Ansari, M.Pd (terkadang di sapa Prof. BI)  mengatakan bahwa kunjungannya ini  adalah bentuk silaturrahmi dan kepedulian lembaga yang ia pimpin yang langsung membezuk para anak yatim piatu dan menyalurkan bantuan beberapa donasi khususnya bantuan APTISI Wilayah III Jakarta yang dikemas berupa sajadah, kain sarung, mukena dan ambal solat berjamaah.

Sementara itu Prof Dr. Yahya, SE, MSi menyemangati para santri Panti tersebut untuk terus belajar dan bersabar atas musibah yang terjadi. Nanti kalau melanjutkan kuliah, kampus-kampus kami juga menjadi pilihan, baik di Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES), Universitas Serambi Mekkah (USM), dan Universitas Jabal Ghafur (Unigha).

Di hadapan para dewan guru, dan pengasuh serta santri, Pimpinan Panti Asuhan Bustanul Aitam, Tgk Teuku Ghazali, S.Ag, MA mengatakan bahwa mereka turut terharu dengan kedatangan para Guru Besar ke panti mereka dari APTISI Aceh. Hal ini turut menyemangati mereka dalam membina anak-anak panti dan keseharian mereka.

Kemudian, ia juga mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan dan bermohon ada bantuan berikuitnya. Hal ini mengingat panti menampung lebih 50 anak yatim. Panti mereka juga terdampak parah oleh banjir bandang beberapa waktu lalu di mana barang seperti pakaian, kasur dan lain-lain turut terendam dan rusak tidak dapat digunakan lagi. Selain itu panti juga membutuhkan operasional yang berkelanjutan untuk menghidupi anak yatim piatu yang menetap di panti mereka. #v#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *