Banda Aceh — Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra meluruskan pemberitaan yang menyebut pembangunan hunian sementara (Huntara) di Aceh telah rampung 100 persen.
Pelaksana Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Aceh, Safrizal ZA, menegaskan bahwa klaim tersebut tidak tepat apabila merujuk pada total kebutuhan Huntara di seluruh wilayah Aceh yang terdampak bencana.
Menurut Safrizal, kebutuhan Huntara di Aceh mencapai 16.294 unit. Namun hingga saat ini, pembangunan yang benar-benar telah selesai dan siap dihuni baru mencapai 3.248 unit, atau sekitar 19,9 persen.
Sementara itu, sebanyak 13.046 unit lainnya, atau sekitar 80,1 persen, masih dalam tahap pengerjaan di berbagai lokasi.
“Berdasarkan rekapitulasi terbaru, capaian pembangunan Huntara saat ini berada di kisaran 19,9 persen yang telah rampung, dan 80,1 persen masih dalam proses pengerjaan,” kata Safrizal kepada Waspadaaceh.com, Jumat (30/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa angka “100 persen” yang sempat beredar sebelumnya sebenarnya hanya merujuk pada penyelesaian pembangunan terhadap 3.248 unit Huntara yang sudah selesai dibangun, bukan terhadap keseluruhan target kebutuhan di Aceh.
Safrizal menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat kepada publik, mengingat pembangunan Huntara merupakan bagian penting dalam pemulihan pascabencana dan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Kami berharap masyarakat tidak salah memahami informasi. Pembangunan Huntara masih terus berjalan dan membutuhkan dukungan serta pengawasan bersama,” ujarnya.
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra terus berupaya mempercepat penyelesaian unit-unit Huntara yang tersisa agar masyarakat yang saat ini masih menunggu dapat segera menempati hunian sementara dengan layak.
Program Huntara ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam penanganan darurat pascabencana di Aceh, sembari menunggu pembangunan hunian tetap (Huntap) yang memerlukan waktu lebih panjang.(**)






