Suplai Ayam dari Medan ke Aceh Normal, Harga Masih Fluktuatif

Ekonomi65 Dilihat

Banda Aceh — Pengiriman dan suplai ayam potong dari Medan ke berbagai wilayah di Aceh pascaberakhirnya masa tanggap darurat pada 22 Januari 2026 kini berangsur kembali normal. Aktivitas distribusi yang sempat terkendala akibat bencana dan gangguan infrastruktur perlahan pulih, sehingga ketersediaan ayam potong di pasar tradisional mulai stabil.

Meski demikian, harga jual eceran ayam potong di tingkat pedagang masih menunjukkan variasi. Kondisi ini dipengaruhi oleh belum masuknya masa panen ayam potong lokal Aceh, sehingga kebutuhan pasar saat ini masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah, khususnya Medan, Sumatera Utara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan Aceh, Fachrial, S.Pt., M.Si., menyampaikan bahwa kelancaran suplai tersebut berdasarkan hasil pemantauan langsung petugas di sejumlah pasar utama di Aceh.

“Setelah masa tanggap darurat berakhir, distribusi ayam potong dari Medan ke Aceh kembali berjalan lancar. Dari hasil pantauan di Pasar Induk Lambaro Aceh Besar, Pasar Al Mahirah Banda Aceh, hingga pasar tradisional di kabupaten/kota, stok ayam potong sudah kembali tersedia dan mudah ditemukan,” ujar Fachrial kepada media, Sabtu (24/1/2026) di Banda Aceh.

Ia menjelaskan, ketersediaan ayam potong saat ini relatif aman, namun harga di tingkat konsumen masih bervariasi karena suplai lokal belum maksimal. Produksi peternak ayam di Aceh diperkirakan baru akan memasuki masa panen dalam beberapa pekan ke depan.

Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Induk Lambaro Aceh Besar, Irsan, mengaku saat ini pasokan ayam potong sudah kembali rutin diterimanya setiap hari dari suplayer Medan. Dalam sehari, ia menerima sekitar 150 ekor ayam potong dengan harga tebus Rp 32.500 per kilogram.

“Ayam yang datang rata-rata berbobot 1,6 sampai 1,8 kilogram per ekor. Kami jual ke konsumen di kisaran Rp 60.000 hingga Rp 65.000 per ekor, tergantung ukuran,” kata Irsan.

Menurutnya, meski harga masih relatif tinggi, minat beli masyarakat mulai kembali normal seiring dengan ketersediaan barang yang lebih terjamin dibandingkan beberapa waktu lalu.

Sementara itu, perwakilan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) wilayah Aceh, Saleh, memastikan bahwa distribusi ayam potong dari Medan ke Aceh pada pekan keempat Januari 2026 telah berjalan optimal. Bahkan, untuk pengiriman ayam potong segar, volume distribusi sudah mencapai 100 persen.

“Pengiriman ayam potong sudah lancar sepenuhnya karena menggunakan armada cold diesel atau truk berpendingin, sehingga kualitas tetap terjaga,” jelas Saleh.

Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa pengiriman pakan ayam potong belum sepenuhnya normal. Hingga saat ini, volume pengiriman pakan baru mencapai sekitar 80 persen dari kondisi normal. Hal tersebut disebabkan masih adanya pembatasan muatan kendaraan saat melintasi Jembatan Bailey Kuta Blang di Kabupaten Bireuen.

“Kami berharap setelah perbaikan jembatan selesai dan pembatasan muatan dicabut, pengiriman pakan bisa kembali 100 persen normal,” harapnya.

Saleh juga memaparkan perbedaan harga ayam potong antara Medan dan Aceh. Saat ini, harga ayam potong di Pokphand Medan berada pada kisaran Rp 26.000 hingga Rp 27.000 per kilogram. Sementara di Pasar Induk Lambaro Aceh Besar, harga jual mencapai Rp 32.500 per kilogram.

Perbedaan harga tersebut, menurutnya, dipengaruhi oleh biaya transportasi, distribusi antardaerah, serta waktu tempuh yang lebih lama akibat antrean kendaraan di Jembatan Bailey Kuta Blang yang masih memberlakukan sistem buka-tutup satu jalur.

Dengan mulai normalnya suplai ayam potong dari Medan, pemerintah daerah berharap harga di tingkat konsumen dapat semakin stabil, terutama setelah produksi ayam potong lokal Aceh kembali memasuki masa panen dalam waktu dekat.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *