Yonzipur 16/DA Rampungkan Pembangunan Jembatan Bailey Rusip Antara

Kodam IM34 Dilihat

Aceh Tengah – Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 16/Dhika Anoraga berhasil merampungkan pembangunan Jembatan Bailey di Kampung KR Pelang, Kabupaten Aceh Tengah. Jembatan tersebut kini telah difungsikan dan diharapkan mampu meningkatkan kelancaran akses transportasi serta aktivitas masyarakat, khususnya sebagai jalur penghubung antarkecamatan, Sabtu (17/1/2026).

Pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Darat dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan konektivitas wilayah, terutama di daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses akibat kondisi geografis dan infrastruktur yang belum memadai. Kehadiran jembatan ini menjadi solusi penting dalam menunjang mobilitas harian masyarakat.

Jembatan Bailey yang dibangun oleh prajurit Yonzipur 16/Dhika Anoraga memiliki kapasitas beban hingga 15 ton. Dengan spesifikasi tersebut, jembatan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk kendaraan pengangkut hasil pertanian dan kebutuhan logistik masyarakat.

Proses pembangunan jembatan diselesaikan dalam waktu 12 hari kerja. Selama pelaksanaan, prajurit Yonzipur 16/Dhika Anoraga bekerja secara terukur dan profesional, mulai dari tahap persiapan, perakitan rangka jembatan, hingga pemasangan dan pengujian akhir guna memastikan jembatan aman dan layak digunakan.

Secara strategis, Jembatan Bailey ini menghubungkan Kecamatan Silih Nara dengan Kecamatan Rusip Antara. Jalur tersebut sebelumnya cukup sulit dilalui, terutama saat musim hujan, sehingga kehadiran jembatan ini mampu memperpendek waktu tempuh serta meningkatkan kelancaran arus transportasi antarwilayah.

Masyarakat Kampung KR Pelang dan sekitarnya menyambut baik serta mengapresiasi kerja keras prajurit TNI. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, serta pelayanan masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan aman.

Komandan Batalyon Zeni Tempur 16/Dhika Anoraga, Letkol Czi Rudy Haryanto, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan bentuk pengabdian TNI AD kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman.

“Pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD dalam membantu meningkatkan akses dan kesejahteraan masyarakat. Kami berupaya agar jembatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, meskipun dihadapkan pada medan dan kondisi alam yang cukup menantang, seluruh prajurit tetap bekerja dengan semangat dan dedikasi tinggi demi menyelesaikan pembangunan tepat waktu.

“Dengan kerja sama dan semangat kebersamaan, Alhamdulillah pembangunan jembatan dapat diselesaikan dalam 12 hari sesuai rencana, dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan kualitas konstruksi,” tambahnya.

Menurutnya, penggunaan Jembatan Bailey dipilih karena bersifat fleksibel, kuat, serta cepat dipasang sehingga sangat sesuai untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap akses penghubung antarwilayah.

“Dengan kapasitas beban hingga 15 ton, jembatan ini cukup aman untuk mendukung aktivitas transportasi masyarakat,” jelasnya.

Letkol Czi Rudy Haryanto menegaskan, TNI AD akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan perhatian.

“Kami siap mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas wilayah, karena infrastruktur yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap, Jembatan Bailey di Kampung KR Pelang dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dengan rampungnya pembangunan jembatan ini, Yonzipur 16/Dhika Anoraga kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dan berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah serta membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah Aceh Tengah.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *