Tim EMT Dinkes Aceh Layani Puluhan Pengungsi di Langkahan Aceh Utara

Pemerintah Aceh17 Dilihat

ACEH UTARA — Pemerintah Aceh melalui Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Dinas Kesehatan Aceh, khususnya Tim 4 Aceh Utara, terus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal bagi masyarakat terdampak bencana. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di Posko Pengungsian SMA Negeri 2 Langkahan, Gampong Leubok Pusaka, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat (17/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 45 pengungsi mendapatkan pelayanan kesehatan menyeluruh, meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan dasar, serta konsultasi medis sesuai keluhan yang dialami para pengungsi. Layanan ini diberikan untuk memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terpantau, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan perempuan.

Selain pelayanan medis, Tim EMT juga memberikan edukasi kesehatan khusus bagi lansia, serta melakukan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada seluruh pengungsi. Edukasi tersebut menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri, konsumsi air bersih, pengelolaan sampah, serta upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan pengungsian yang memiliki keterbatasan fasilitas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyakit yang paling banyak ditemukan pada pengungsi di antaranya infeksi kulit, seperti dermatitis dan tinea, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta demam. Kondisi ini dinilai berkaitan erat dengan faktor lingkungan pengungsian, perubahan cuaca, kepadatan hunian, serta kebersihan yang perlu terus dijaga.

Tidak hanya fokus pada aspek kuratif, Tim EMT Terpadu Dinkes Aceh juga melakukan pemantauan kesehatan lingkungan di area posko pengungsian. Pemantauan tersebut mencakup kualitas air bersih, kondisi dan kelayakan jamban, sistem pengelolaan sampah, hingga pengendalian vektor penyakit seperti nyamuk dan lalat, guna mencegah munculnya penyakit berbasis lingkungan.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini agar tidak terjadi wabah penyakit di lingkungan pengungsian. Tim kesehatan juga berkoordinasi dengan pengelola posko dan aparat setempat untuk memastikan rekomendasi perbaikan lingkungan dapat segera ditindaklanjuti.

Dinas Kesehatan Aceh menegaskan bahwa kehadiran Tim EMT di lokasi pengungsian merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana. Pelayanan kesehatan terpadu ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama masa tanggap darurat, guna memastikan kondisi pengungsi tetap sehat dan terhindar dari penyakit.

Melalui upaya promotif, preventif, dan kuratif yang dilakukan secara simultan, Dinkes Aceh berharap derajat kesehatan pengungsi di Aceh Utara dapat tetap terjaga, sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana secara menyeluruh.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *