Remaja AbdyaTenggelam di Pantai Krueng Leupung Ditemukan

Breakingnews54 Dilihat

ACEH BESAR — Nasib tragis menimpa Ahmad Furqan (17), seorang remaja asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang dilaporkan hilang setelah tersedot arus laut saat mandi di Pantai Krueng, Desa Dayah Mamplam, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (17/1/2026). Setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Minggu (18/1/2026).

Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, korban bersama beberapa temannya tengah menikmati waktu mandi laut di kawasan pantai. Namun tanpa disadari, arus laut yang cukup kuat menyeret korban ke tengah laut hingga akhirnya tenggelam.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban sempat berusaha diselamatkan oleh teman-temannya, namun derasnya arus membuat upaya tersebut tidak berhasil.

“Sekitar pukul 14.00 WIB korban bersama temannya mandi di pantai. Tidak lama kemudian korban terseret arus dan tenggelam,” ujar Al Hussain.

Informasi kejadian tersebut diterima oleh Basarnas Banda Aceh sekitar pukul 15.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan unsur terkait, termasuk aparat setempat dan masyarakat sekitar.

Pada hari pertama pencarian, tim SAR melakukan penyisiran laut sejauh kurang lebih 500 meter dari titik lokasi kejadian (Last Known Position/LKP) dengan menggunakan satu unit LCR atau perahu karet. Selain itu, pencarian juga dilakukan dengan metode snorkeling di sekitar area yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.

Namun hingga menjelang malam, korban belum berhasil ditemukan. Pencarian kemudian dilanjutkan keesokan harinya dengan memperluas area penyisiran, mempertimbangkan arah arus dan kondisi perairan setempat.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada hari kedua pencarian, Minggu (18/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Ahmad Furqan. Selanjutnya, korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya berenang di laut, terutama di kawasan pantai yang memiliki arus kuat dan ombak tidak menentu. Pihak Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya para wisatawan dan anak muda, agar selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca serta peringatan keselamatan saat beraktivitas di laut.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *