Lapas Kelas III Labuha Kembangkan Kemandirian Warga Binaan Lewat Peternakan Bebek

Breakingnews15 Dilihat

Labuha – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha terus menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan agar memiliki keterampilan dan kemandirian setelah bebas. Salah satu upaya konkret tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pembinaan Kemandirian Bidang Peternakan, yang digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026, di area beranggang dalam Lapas Kelas III Labuha.

Kegiatan pembinaan dimulai sejak pukul 09.00 WIT hingga selesai dan diikuti oleh dua orang narapidana yang telah melalui proses seleksi. Program ini menjadi bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan yang mengedepankan penguatan keterampilan kerja sebagai bekal reintegrasi sosial warga binaan.

Kepala Lapas Kelas III Labuha, Jumadi, menjelaskan bahwa pembinaan kemandirian di bidang peternakan selaras dengan program nasional pemasyarakatan serta mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif dan mandiri.

“Pembinaan ini tidak hanya bertujuan mengisi waktu selama menjalani pidana, tetapi juga memberikan keterampilan nyata yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah bebas nanti,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Lapas memberikan arahan dan bimbingan teknis secara langsung kepada warga binaan, mulai dari tata cara pemeliharaan ternak, pemberian pakan, perawatan kandang, hingga pemantauan perkembangan bebek. Warga binaan juga dilibatkan secara aktif dalam pembersihan lokasi peternakan, pengontrolan kondisi ternak, serta pengecekan peralatan kerja.

Program peternakan bebek ini dinilai strategis karena relatif mudah dikembangkan, berbiaya terjangkau, dan memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Selain meningkatkan keterampilan praktis, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama warga binaan.

Jumadi menambahkan, selama pelaksanaan kegiatan, situasi berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Petugas secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi, serta mendokumentasikan setiap tahapan kegiatan sebagai bagian dari laporan pembinaan harian.

Ke depan, Lapas Kelas III Labuha berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian lainnya dengan tetap berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Diharapkan, melalui pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih siap, mandiri, dan produktif.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *