Disdik Aceh Perkuat Pembelajaran STEM Inklusif Lewat Training of Trainer

Pendidikan8 Dilihat

BANDA ACEH — Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh terus memperkuat kualitas dan pemerataan layanan pendidikan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Training of Trainer (ToT) Mendesain Pembelajaran STEM Inklusif yang digelar pada 15 Januari 2026 di Aula Dinas Pendidikan Aceh.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta lintas peran yang terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, serta mahasiswa. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi para pendidik dan calon pendidik dalam merancang serta menerapkan pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang inklusif dan berkeadilan.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, yang menekankan pentingnya kolaborasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pendidikan dalam menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21.

Dalam sambutannya, Murthalamuddin menyampaikan bahwa pembelajaran STEM tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus dirancang agar mampu menjangkau seluruh peserta didik tanpa diskriminasi.

“Pendidikan yang maju adalah pendidikan yang mampu melayani semua anak. Pembelajaran STEM harus dirancang secara inklusif agar setiap peserta didik, dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam, mendapatkan kesempatan belajar yang adil dan bermakna,” ujarnya.

Melalui Training of Trainer ini, para peserta dibekali pemahaman konseptual dan keterampilan praktis dalam mendesain pembelajaran STEM yang adaptif, kolaboratif, dan kontekstual. Para peserta juga diharapkan dapat menjadi trainer atau penggerak di lingkungan sekolah dan komunitas pendidikan masing-masing.

Selain sebagai ajang peningkatan kapasitas, kegiatan ini menjadi ruang belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama antarpemangku kepentingan pendidikan. Diskusi dan praktik yang dilakukan selama pelatihan mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi, karakter, dan keadilan layanan pendidikan.

Murthalamuddin menegaskan, Dinas Pendidikan Aceh berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya praktik-praktik pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pendidikan Aceh harus bangkit dan terus bergerak maju. Melalui penguatan kompetensi pendidik dan pembelajaran inklusif, kita ingin memastikan tidak ada anak Aceh yang tertinggal,” pungkasnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *