Bupati Tarmizi Dinilai Konsisten Dukung Pendidikan Dayah Sejak di Legislatif hingga Eksekutif

Daerah9 Dilihat

Meulaboh – Pimpinan Dayah Rauzatul Muarrif, Abu Arman Ibrahim P, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Tarmizi, S.P., M.M., yang saat ini menjabat sebagai Bupati Aceh Barat, atas perhatian dan dukungan nyata terhadap pengembangan dayah di Gampong Padang Jawa, Kecamatan Woyla, Sabtu (17/1/2026).

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas komitmen yang telah terbangun sejak Bupati Tarmizi masih mengemban amanah sebagai anggota legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Menurut Abu Arman, perhatian dan keberpihakan terhadap pendidikan dayah tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan terus berlanjut hingga kini ketika Tarmizi berada di ranah eksekutif sebagai kepala daerah.

“Alhamdulillah, bantuan pembangunan Balai Dayah Rauzatul Muarrif melalui Pokir APBA Tahun 2025 merupakan bukti kesinambungan komitmen tersebut. Sejak beliau berada di legislatif hingga kini memimpin Aceh Barat, perhatian kepada dayah kami tetap terjaga,” ujar Abu Arman.

Ia menambahkan, dukungan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan serta penguatan peran dayah sebagai pusat pembinaan keilmuan dan keagamaan masyarakat. Pembangunan balai dayah ini juga dinilai sebagai kebutuhan mendesak untuk menunjang aktivitas pengajian dan proses pendidikan santri.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Alumni Dayah (DPP ISAD), Tgk. Mustafa Husen Woyla, yang turut hadir dalam acara “Pu Phoen Beut Bak Balee Beuton” tersebut. Ia menilai konsistensi dukungan pemerintah daerah terhadap dayah merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap pendidikan keislaman serta penguatan tradisi keilmuan Aceh.

Menurut Tgk. Mustafa, kesinambungan perhatian sejak masa legislatif hingga eksekutif mencerminkan kesadaran bahwa dayah bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan juga pusat pembinaan moral, sosial, dan keagamaan masyarakat. Ia berharap komitmen tersebut terus dijaga dan diperluas agar dayah-dayah di Aceh semakin berdaya dan berkembang.

Pembangunan Balai Dayah Rauzatul Muarrif bersumber dari APBA Tahun 2025 melalui pendanaan Dana Otonomi Khusus, dan direncanakan mulai dimanfaatkan pada bulan Syakban 1447 Hijriah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *