BOSP 2026 Percepat Pemulihan SMAN 3 Manyak Payed Pascabencana

Pendidikan34 Dilihat

Aceh Tamiang — Upaya pemulihan sektor pendidikan pascabencana banjir di Aceh terus menunjukkan progres positif. Berkat akselerasi pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026, rehabilitasi mobiler di SMAN 3 Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, berhasil dirampungkan lebih cepat.

Percepatan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan fleksibilitas penggunaan Dana BOSP 2026 bagi satuan pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi. Kebijakan tersebut diberikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas usulan Pemerintah Aceh, guna memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa pendidikan menjadi sektor prioritas dalam masa pemulihan pascabencana. Oleh karena itu, sekolah-sekolah yang terdampak banjir didorong untuk segera menyelesaikan rehabilitasi sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.

“Anak-anak harus segera kembali belajar dalam kondisi yang aman dan layak. Pendidikan tidak boleh terhenti terlalu lama akibat bencana,” ujar Murthalamuddin, Sabtu (17/1/2026).

Di SMAN 3 Manyak Payed, tercatat sebanyak 90 set meja dan kursi siswa yang rusak akibat banjir telah selesai direhabilitasi. Perbaikan dilakukan melalui skema perakitan ulang dan perbaikan mobiler dengan tetap mengacu pada ketentuan teknis Dana BOSP.

Dalam pelaksanaannya, rehabilitasi dilakukan menggunakan skema khusus yang menekankan efisiensi penggunaan material, khususnya plywood, tanpa mengabaikan standar kualitas dan keselamatan. Langkah ini dinilai efektif untuk mempercepat pemulihan sekaligus menjaga akuntabilitas anggaran.

Murthalamuddin menegaskan bahwa seluruh proses pemulihan pendidikan pascabencana berada dalam pengawasan ketat lintas sektor. Pengawasan ini bertujuan memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pemulihan pendidikan akan terus dikawal lintas sektor agar anggaran digunakan secara efektif dan akuntabel, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa dan sekolah,” tegasnya.

Dengan selesainya rehabilitasi mobiler tersebut, SMAN 3 Manyak Payed kini siap kembali melaksanakan proses pembelajaran secara optimal. Pemerintah Aceh berharap langkah ini dapat menjadi contoh percepatan pemulihan pendidikan di sekolah-sekolah lain yang terdampak bencana, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan layanan pendidikan di tengah situasi darurat.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *