Banda Aceh — Komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memberikan pelayanan keagamaan yang tertib, humanis, dan sesuai ketentuan kembali terwujud melalui pelaksanaan prosesi pensyahadatan seorang warga yang sebelumnya beragama Buddha. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Kantor Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh.
Prosesi pensyahadatan berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh makna. Warga yang bersangkutan secara sadar dan tanpa paksaan menyatakan dua kalimat syahadat sebagai tanda resmi memeluk agama Islam. Seluruh tahapan kegiatan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk aspek administratif dan pembinaan keagamaan.
Pelaksanaan pensyahadatan dipandu langsung oleh petugas berwenang dari Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat pendampingan dari Tim Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai bentuk dukungan kelembagaan, khususnya dalam memastikan proses pembinaan lanjutan bagi muallaf berjalan dengan baik.
Sejumlah saksi dan pihak terkait turut hadir menyaksikan prosesi tersebut. Kehadiran saksi-saksi ini menjadi bagian penting dalam memastikan keabsahan administrasi, sekaligus memberikan dukungan moral bagi muallaf yang memulai perjalanan baru dalam keyakinan Islam.
Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh melalui petugas yang memandu prosesi menegaskan bahwa setiap proses pensyahadatan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, ketulusan niat, serta pendampingan berkelanjutan. Hal ini penting agar muallaf tidak hanya sah secara administrasi, tetapi juga mendapatkan pembinaan keagamaan yang memadai.
Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam dan Baitul Mal terus berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi para muallaf, mulai dari proses pensyahadatan, pendampingan keagamaan, hingga dukungan sosial agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan dan kehidupan baru sebagai seorang Muslim.
Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr.Yusuf Al-Qardhawy MH, menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya hadir dalam prosesi seremonial, tetapi juga berperan aktif dalam pembinaan berkelanjutan bagi para muallaf.
“Baitul Mal Kota Banda Aceh berkomitmen mendampingi para muallaf, baik dari sisi pembinaan akidah, ibadah, maupun dukungan sosial. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang baru memeluk Islam merasa diterima, dibimbing, dan tidak berjalan sendiri dalam proses penguatan keimanan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara Dinas Syariat Islam dan Baitul Mal merupakan bagian dari upaya mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang ramah, religius, dan menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam secara inklusif dan humanis.(**)









