Banda Aceh – Menjelang laga krusial antara Persiraja Banda Aceh kontra PSMS Medan yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 18 Januari 2026, Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan kembali menegaskan larangan kehadiran suporter tim tamu di Stadion H. Dimurthala, Lampineung.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Panpel Persiraja Banda Aceh, Marwan Dek Bit, sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi resmi yang dikeluarkan oleh PSSI dan operator liga (I League). Hingga saat ini, aturan tersebut masih secara tegas melarang kehadiran suporter tim tamu atau away supporters dalam seluruh kompetisi sepak bola profesional di Indonesia.
“Regulasi ini masih berlaku dan wajib dipatuhi. Oleh karena itu, kami mengimbau dengan sangat tegas kepada pendukung PSMS Medan untuk tidak datang langsung ke Stadion Lampineung pada pertandingan nanti,” ujar Marwan dalam keterangan resminya, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, larangan tersebut bukan tanpa alasan. Kebijakan itu diberlakukan sebagai upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan jalannya pertandingan, sekaligus meminimalisasi potensi gesekan antarsuporter yang dapat berdampak negatif bagi klub maupun kompetisi secara keseluruhan.
Marwan menegaskan, Panpel Persiraja memiliki tanggung jawab penuh untuk menjalankan setiap regulasi yang telah ditetapkan federasi dan operator liga. Pelanggaran terhadap aturan tersebut berpotensi menimbulkan sanksi serius, baik bagi klub tuan rumah maupun tim tamu.
Sebagai langkah antisipasi, Panpel juga akan berkoordinasi secara intensif dengan aparat keamanan, termasuk kepolisian dan pihak terkait lainnya, guna memastikan aturan larangan suporter tim tamu benar-benar dipatuhi pada hari pertandingan.
“Jika nantinya masih ditemukan pendukung tim tamu yang memaksakan diri hadir di area stadion, penanganannya akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.
Marwan berharap seluruh elemen suporter dapat menunjukkan sikap dewasa dan mendukung iklim sepak bola yang lebih aman serta profesional. Ia menilai, kepatuhan terhadap aturan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan sepak bola nasional.
Di sisi lain, pertandingan antara Persiraja Banda Aceh dan PSMS Medan diprediksi akan berlangsung sengit dan penuh tensi, mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan tambahan poin penting dalam lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/26.
Menutup pernyataannya, Panpel Persiraja mengajak seluruh pendukung Laskar Rencong untuk memenuhi Stadion H. Dimurthala dan memberikan dukungan secara positif, sportif, serta menjunjung tinggi nilai fair play.
“Kami mengajak suporter Persiraja untuk datang ke stadion, memberi dukungan penuh kepada tim kebanggaan Aceh, namun tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan klub,” pungkas Marwan.(**)







