Anggota DPD RI Tgk. Ahmada MZ Sampaikan Duka atas Wafatnya Tgk. H. Muzakkir bin Manshur

Aceh Besar10 Dilihat

Aceh Besar – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, Tgk. Ahmada MZ, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Muzakkir bin Manshur, yang akrab dikenal dengan sebutan Ayah Lamsayuen. Ungkapan belasungkawa tersebut disampaikan melalui media sosial resmi sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi almarhum.

Dalam unggahan tersebut, Tgk. Ahmada mengajak seluruh masyarakat Aceh dan umat Islam untuk bersama-sama memanjatkan doa terbaik agar almarhum mendapat ampunan dan tempat mulia di sisi Allah SWT. Ia menilai wafatnya Tgk. H. Muzakkir bin Manshur merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi umat dan dunia keulamaan di Aceh.

Tgk. H. Muzakkir bin Manshur dikenal sebagai sosok ulama yang sederhana, istiqamah dalam dakwah, serta memiliki pengaruh besar dalam membina umat. Selama hidupnya, almarhum mendedikasikan diri untuk mengajarkan nilai-nilai keislaman, memperkuat akidah umat, dan menanamkan akhlak mulia kepada generasi muda. Keteladanan dan nasihatnya menjadi rujukan banyak kalangan, baik di Aceh maupun di luar daerah.

Dalam pesannya, Tgk. Ahmada turut mendoakan agar Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di surga-Nya. Ia juga menyampaikan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, menghapus segala khilafnya, serta menjadikan ilmu dan perjuangannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir,” demikian pesan doa yang disampaikan.

Sebagai wakil daerah Aceh di DPD RI sekaligus anggota MPR RI periode 2024–2029, Tgk. Ahmada menegaskan pentingnya menghormati dan melanjutkan perjuangan para ulama yang telah wafat. Menurutnya, warisan nilai keilmuan dan keteladanan yang ditinggalkan para ulama harus dijaga dan diteruskan demi memperkuat kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Aceh.

Ungkapan duka ini juga menjadi pengingat bagi seluruh umat akan pentingnya mendoakan para ulama yang telah berjasa besar dalam membimbing umat. Kepergian Tgk. H. Muzakkir bin Manshur meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan ilmu dan teladan yang akan terus dikenang sepanjang masa.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *