Munawar AR Tinjau Jalan Provinsi Banda Aceh–Blang Bintang Tergenang, Desak Penanganan Cepat

Parlementaria10 Dilihat

Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari daerah pemilihan Banda Aceh, Aceh Besar, dan Kota Sabang, Munawar AR, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Besar untuk meninjau langsung kondisi ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan parah akibat genangan air, Jumat (9/1/2026) sore.

Politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Ngohwan ini turun ke lapangan setelah menerima banyak aduan masyarakat melalui akun TikTok Lapor Ngohwan. Warga mengeluhkan ruas jalan batas Banda Aceh–Blang Bintang yang kerap tergenang air dan dipenuhi lubang besar sehingga membahayakan pengguna jalan serta mengganggu kelancaran lalu lintas.

Dalam peninjauan tersebut, Munawar AR melihat langsung kondisi jalan yang rusak akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebutkan, genangan air yang terjadi hampir di sepanjang ruas jalan membuat aspal cepat terkelupas dan membentuk lubang-lubang berbahaya.

“Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa sejumlah ruas jalan provinsi tergenang air dan terdapat lubang besar yang sangat membahayakan pengguna jalan. Setelah ditinjau, memang kondisinya cukup memprihatinkan,” ujar Ngohwan di sela-sela kunjungan.

Kunjungan lapangan ini turut dihadiri Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah I PUPR Aceh, Ir Zainuddin, ST, MT, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aceh Besar Syahrial beserta jajaran kepala bidang, Sekretaris Camat Krueng Barona Jaya Cut Lisa Fitriani, SSTP, M.Si, Ketua Forum Keuchik Krueng Barona Jaya Yasir, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat seperti Jumadil Firdaus dan Nasrullah yang juga menjabat sebagai Sekretaris PW IPNU Aceh.

Munawar AR menjelaskan bahwa dalam sistem penyelenggaraan jalan, terdapat pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten. Untuk ruas Simpang Tujuh Ulee Kareng–Cot Iri–Peukan Ateuk–Blang Bintang, statusnya merupakan jalan provinsi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Aceh.

“Kerusakan ini sudah kami sampaikan kepada Dinas PUPR Aceh. Ruas jalan ini merupakan akses utama masyarakat dan berada di kawasan padat penduduk, sehingga perlu penanganan cepat dan serius,” tegas Munawar AR yang juga menjabat Ketua Fraksi PKB DPRA.

Dari hasil peninjauan di lapangan, Ngohwan mengungkapkan fakta bahwa salah satu penyebab utama genangan air adalah tidak tersedianya drainase di sepanjang ruas jalan tersebut. Akibatnya, air hujan menggenangi badan jalan dalam waktu lama dan mempercepat kerusakan aspal.

“Air yang tergenang terus-menerus membuat badan jalan cepat rusak dan meninggalkan lubang-lubang yang sangat berbahaya. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menimbulkan lebih banyak korban kecelakaan,” ujarnya.

Ia pun berharap adanya dukungan dari semua pihak terkait agar permasalahan ini dapat segera diatasi. Munawar AR berkomitmen akan terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR Aceh agar perbaikan jalan dapat dilakukan melalui anggaran pemeliharaan rutin jalan provinsi.

“Saya berharap penanganan bisa dilakukan secepatnya demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Jalan ini sangat vital bagi aktivitas warga sehari-hari,” pungkas Ngohwan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *