Abiya Jeunib Imbau Korban Bencana di Aceh Jaga Martabat Anak Saat Terima Bantuan

Artikel135 Dilihat

ACEH – Abiya Jeunib menyampaikan pesan penuh makna kepada masyarakat Aceh yang menjadi korban bencana banjir dan tanah longsor. Dalam imbauannya, ulama kharismatik Aceh tersebut menekankan pentingnya menjaga martabat keluarga, khususnya anak-anak, di tengah kondisi sulit akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah.

Menurut Abiya Jeunib, bantuan kemanusiaan yang datang dari berbagai pihak merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang sesama, sehingga harus diterima dengan cara yang bermartabat. Ia secara khusus mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak turun ke jalan untuk meminta-minta bantuan.

“Saat ada orang membawa bantuan, jangan biarkan anak-anak meminta bantuan di jalan. Larang mereka. Takutnya nanti akan menjadi kebiasaan, hingga anak-anak terbiasa menjadi peminta-minta,” pesan Abiya Jeunib, yang disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi Aceh.

Ia menegaskan, meskipun masyarakat sedang berada dalam kondisi membutuhkan akibat bencana, sikap dan adab tetap harus dijaga. Menurutnya, kebiasaan buruk yang terbentuk sejak kecil akan sulit dihilangkan ketika dewasa, sehingga orang tua memiliki peran besar dalam memberikan teladan dan batasan kepada anak-anak, bahkan di masa krisis sekalipun.

Abiya Jeunib juga menyoroti pentingnya menjaga harga diri dan kehormatan keluarga. “Memang kita butuh, tapi jangan sampai orang lain tahu kita sangat membutuhkan bantuan,” ujarnya. Pesan ini dimaknai sebagai ajakan untuk tetap menjaga izzah atau martabat, serta tidak menumbuhkan mental ketergantungan pada bantuan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa musibah adalah ujian dari Allah SWT yang harus dihadapi dengan kesabaran dan keteguhan iman. Dalam setiap ujian, lanjutnya, selalu ada hikmah yang dapat dipetik, salah satunya adalah memperkuat pendidikan akhlak kepada anak-anak melalui sikap orang tua dalam menyikapi kesulitan.

Imbauan tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat, khususnya di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh. Banyak warga menilai pesan Abiya Jeunib sebagai nasihat yang menyejukkan sekaligus menjadi pengingat agar bantuan kemanusiaan tidak disalahartikan, tetapi dimanfaatkan secara bijak dan terhormat.

Sejumlah tokoh masyarakat dan relawan kemanusiaan juga mendukung pesan tersebut. Mereka menilai keterlibatan anak-anak di jalanan saat distribusi bantuan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, serta dapat berdampak pada pembentukan karakter anak dalam jangka panjang.

Di sisi lain, para relawan berharap orang tua dapat berperan aktif mengarahkan anak-anak untuk tetap berada di rumah atau di tempat pengungsian yang aman, sementara proses penerimaan bantuan dilakukan oleh orang dewasa atau melalui mekanisme yang telah diatur oleh panitia dan aparat setempat.

Pesan Abiya Jeunib ini diharapkan menjadi pengingat bersama bagi masyarakat Aceh bahwa di tengah musibah sekalipun, nilai-nilai agama, adab, dan martabat harus tetap dijaga. Dengan demikian, bantuan yang datang tidak hanya meringankan beban fisik, tetapi juga tetap sejalan dengan pembinaan karakter dan akhlak generasi penerus Aceh.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *